Banjir di Porong belum surut – Radar Surabaya

Dari pantauan Radar Sidoarjo, untuk sekitar wilayah ‘tol putus’ di perbatasan Kecamatan Tanggulangin dan Porong, debit air hingga pukul 16.00 sekitar 40 cm, sedangkan di bagian selatannya sekitar 80 cm. Meski begitu, kepolisian belum sepenuhnya membuka jalan yang menghubungkan Sidoarjo-Gempol, Pasuruan ini.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan tidak mau mengambil risiko. Ia menegaskan lebih memilih untuk menunggu air benar-benar surut sebelum membuka jalan untuk bisa dilewati. Apalagi, sekarang ini sedang long weekend. “Kalau untuk kendaran besar masih bisa. Tapi untuk mobil dan sepeda motor belum,” katanya.

Ia mengutarakan jalan baru akan dibuka setelah air benar-benar surut. Ini pun harus dilihat dulu bagaimana kondisi jalannya. Sebab, selama lima hari tergenang air, dikhawatirkan jalan mengalami kerusakan. “Kami lihat kondisinya terlebih dulu selanjutnya akan kami bicarakan pada dinas terkait. Kita lihat satu dua hari ini,” katanya.

Sementara itu, belum dibukanya Jalan Raya Porong, para pengendara motor banyak yang memilih melintas melalui tanggul lumpur. Meski dengan kondisi yang licin dan membuat motor menjadi kotor, melalui jalan tersebut lebih menghemat waktu. Tetapi kemudian banyak pengendara yang seusai turun dari jalan tanggul memilih berhenti di pinggir jalan raya yang airnya mulai surut. Mereka berjajar untuk mencuci motor dengan genangan air banjir itu.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo Hengki Listria Adi mengatakan pihaknya sebenarnya sudah mengingatkan agar pengendara memilih jalur lain. Yakni jalur Arteri Porong seperti yang sudah diarahkan polisi. “Tetap saja masih ada yang nekat,” ujarnya. 

Di sisi lain, setelah debit air mulai surut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera mengoperasikan KA-nya. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan hingga pukul 16.00, genangan air masih setinggi 50 cm. Pihaknya sudah mulai melakukan pengecekan kondisi rel pasca tergenang. 

“Kami masih melakukan pengecekan dan perbaikan rel kalau memang ada yang rusak,” jelasnya.

Diungkapkan, pihaknya juga sudah meluncurkan kereta MTT yang berfungsi untuk melakukan pengecekan dan peninggian rel tersebut. Mengenai berapa peninggiannya pihaknya masih menunggu tim yang turun ke lokasi. Selain itu, pihaknya juga sudah mulai meluncurkan lokomotif 300 untuk melihat kemungkinan rel tersebut bisa dilalui kereta api.

“Kalau memang bisa dilalui maka KA bisa ditarik dengan lokomotif ini saat melintas di Jalan Raya Porong. Semoga besok (hari ini, Red) pemberangkatan KA bisa segera normal,” harapnya.

42 PERJALANAN KA DIBATALKAN SETIAP HARI 

Sebanyak 210 perjalanan kereta api (KA) yang melintas  di jalur rel Porong terpaksa dibatalkan. Jumlah itu terhitung  sejak Senin (27/11) lalu. Sebab, rel kereta api di kawasan lumpur tersebut  ditutup akibat tergenang banjir.

Kepala Stasiun Sidoarjo Dinasega Didika Dhaha mengatakan,  setiap harinya ada 42 kereta penumpang dan barang yang harus dibatalkan. “Jika dikalkulasi, sejak lima hari lalu, sekitar 200 lebih. Jumlah itu sudah termasuk berangkat dan balik,” ujarnya, Jumat (1/12).

Pria yang akrab disapa Sega ini mengatakan, ditutupnya jalur  KA di Porong hanya berdampak pada KA yang menuju ke jalur  selatan, yakni Banyuwangi dan Malang. Kondisi itu tidak menganggu perjalanan KA dari Sidoarjo ke Surabaya dan sebaliknya.

“Yang berhenti beroperasi lewat rel Porong itu rute Banyuwangi. Yakni KA Sritanjung, Rangga Jati, Logawa, Mutiara Timur, dan Probowangi. Kemudian, rute Malang, yaitu KA Bima, Mutiara Selatan, Jayabaya, dan Penataran,” jelasnya.

Meski demikian, Stasiun KA Sidoarjo tetap beroperasi seperti biasa. KA Komuter jalan terus. Sedangkan KA menuju Banyuwangi dan Malang hanya dilayani sampai Stasiun Sidoarjo. Selanjutnya, pihak KA akan mengantar penumpang menggunakan bus menuju ke Stasiun Bangil, Pasuruan.

Sega mengatakan, penumpang diperbolehkan minta pengembalian uang tiket alias refund. “Kami kembalikan 100 persen,” pungkasnya. (gun/nis/mus/jee/rek)

(sb/gun/nis/rek/JPR)