Banjir Porong dimanfaatkan warga untuk mencari ikan – Radar Surabaya

SEJUMLAH warga datang membawa jaring dan pancing. Mereka menuju di sekitar semak-semak tak jauh dari exit tol Porong. Beberapa saat kemudian, mereka pun nyemplung ke air banjir yang sudah mulai surut dan berburu ikan.

Salah satu warga itu bernama Andika, asal Buduran. Ia menuturkan sudah dua hari ini mencari ikan di area banjir tersebut. “Kalau surut ini ikannya kelihatan. Kemarin saya dapat iklan satu kresek ukuran sedang,” katanya, Jumat (1/12).

Pemuda 20 tahun ini mengatakan jenis ikannya beragam, mulai lele, gurami, nila, gabus dan udang. “Kemungkinan ikan-ikan berada di tambak yang ikut kebanjiran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan hanya iseng. Berapapun ikan yang didapat akan dimasak sendiri. “Lumayan iseng-iseng untuk mengisi waktu, juga hemat tidak beli lauk,” lanjutnya kemudian tertawa.

Sementara itu, kawasan Desa Candi Pari hingga saat ini masih tergenang banjir. Warga sekitar meminta segera ada penanganan banjir. Situs Candi Pari yang menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan Sidoarjo pun juga tergenang. 

“Baru tahun ini kebanjiran. Sebelumnya tidak pernah,” ujar juru pelihara Candi Pari, Saroni.

Sedangkan menurut Soekarno, sejarawan Sidoarjo, banjir di kawasan Porong disebabkan oleh kondisi tanah yang makin lama makin turun. Pria 73 tahun ini mengatakan tanda-tanda banjir  sebetulnya sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir. “Sejak empat tahun yang lalu ada beberapa sawah di Kesamben maupun Wunut yang tergenang air padahal musim kemarau, sehingga sawah tidak bisa ditanami,” jelasnya.

Ia mengutarakan untuk menangani banjir ini, seluruh pihak yang terkait harus duduk bersama. Mereka bukan hanya memikirkan penangggulangan, tetapi juga bagaimana solusi agar tidak terjadi banjir. (*/jee)

(sb/rek/rek/JPR)