Bapak – Anak Dibantai Begal Jalanan – Radar Jember

Sang Bapak, Mattali, 62, meninggal beberapa saat usai kejadian. Dia mengalami luka bacok cukup dalam di bagian punggungnya. Sementara anaknya, Ansori, 23, mengalami luka bacok di bagian tangan kiri. Padahal, awalnya, kedua korban bermaksud menolong salah seorang pengendara yang dicegat  geng begal tersebut.

Keluarga nahas itu sebenarnya bukanlah sasaran utama komplotan begal sadis yang belum diketahui persis berapa jumlahnya itu. Baik Mattali maupun Ansori bermaksud menolong seorang pengendara Kawasaki Ninja dari arah Probolinggo yang di cegat oleh geng begal. 

Mungkin karena merasa aksinya diganggu, para begal langsung menghujamkan senjata tajamnya kepada Mattali dan Ansori. Sementara, pemilik Kawasaki Ninja yang diketahui sebagai warga Desa/Kecamatan Banyuayar, Probolinggo hanya mengalami lecet ringan. Motornya pun urung dibawa kabur geng begal tersebut. 

Usai darah tumpah di tempat kejadian, warga sekitar lokasi langsung ramai-ramai datang ke tempat perkelahian yang tak imbang itu. Geng begal pun memutuskan kabur tanpa sempat menggondol apa pun dari korbannya.  Para korban langsung dibawa warga ke Puskesmas setempat. Sementara yang lainnya mengabarkan kejadian itu ke Mapolsek Ranuyoso. 

Kapolsek Ranuyoso AKP Ahmad Sutiyo menjelaskan, bapak dan anak yang menjadi korban begal itu sedianya hendak membeli bensin ke SPBU Malasan, Probolinggo. Mereka menjadi pedagang bensin eceran di rumahnya. “Salah satu korban langsung meninggal,” kata Sutiyo saat dikonfirmasi. 

Hingga berita ini ditulis, polisi masih belum berhasil melacak indentitas para pelaku. Polsek Ranuyoso masih berusaha mengumpulkan data-data, salah satunya dengan meminta keterangan pada pemilik Kawasaki Ninja, salah seorang korban yang selamat dalam peristiwa itu.

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link