Barang Bukti Tilang Bisa Diambil Kapanpun – Radar Bromo

BANGIL – Membeludaknya pelanggar tilang yang kerap terjadi di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan menjadi catatan. Pihak Kejari Kabupaten Pasuruan meyakinkan, pengambilan barang bukti tilang tidak harus bertepatan dengan sidang tilang. Sebab, sidang tilang di PN Bangil dilakukan tanpa kehadiran pelanggar.

Hal ini membuat pembayaran ataupun pengambilan barang bukti, tidak serta merta dilakukan pada tanggal yang ditetapkan pada surat tilang. “Pengambilan dan pembayaran barang bukti tilang, bisa dilakukan kapanpun setelah sidang dilangsungkan selama hari kerja. Artinya, tidak harus bertepatan dengan tanggal yang tertera di surat tilang,” kata Kasi Pidum Kejari Kabupaten Pasuruan, Deni Wicaksono.

Selama ini, kata Deni, masyarakat cenderung melakukan pengambilan barang bukti atau surat-surat kendaraan yang kena tilang, pada hari H sidang. Hal ini, membuat antrean panjang dan sesak kantor Kejari Kabupaten Pasuruan.

Padahal sejatinya, pengambilan barang bukti tilang itu, bisa dilakukan hari kapanpun saat hari kerja. Artinya, tidak melulu harus diambil saat sidang atau tanggal yang tertera dalam tilangan.

Ia meyakinkan, tidak ada pengenaan denda bagi pelanggar yang melakukan pengambilan pascasidang atau hari lain di luar yang tertera pada tilangan. Hal ini sejatinya sudah berlangsung cukup lama.

“Kami sudah sosialisasikan, kalau  pengambilan tilang di luar tanggal yang tertera di surat tilangan sebenarnya diperkenankan dan tidak dikenai denda. Bentuknya, dengan pemasangan baliho besar untuk memberikan pengumuman tersebut,” tandas dia.

Diakui Deni, hal tersebut berlaku untuk pekan-pekan yang lain. Artinya, tidak melulu saat berlangsungnya operasi zebra yang digelar kepolisian.

“Jadi, tidak karena operasi zebra. Tetapi penerapan sistem ini, sudah lama diterapkan di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan. Tujuannya tak lain, agar pelanggar tidak antre panjang dan berdesak-desakan,” beber dia.

Seperti yang diketahui, penerapan operasi Zebra yang digelar kepolisian, membuat pelanggar membludak. Mereka menggeruduk kantor kejari kabupaten pasuruan setiap Jumat hingga membuat halaman kantor kejari sesak.

Mereka tidak mengambil surat tilangan itu lain hari, lantaran rasa khawatir. Khawatir adanya denda yang bisa dikenakan atas keterlambatan kehadiran. Padahal, sejatinya tidak ada denda yang dikenakan.

Source link