Baru Ngalir setelah Benahi Empat Kali – Radar Kediri

Walaupun begitu, aliran air di keran-keran warga belum sederas sebelum rusaknya pipa pada Jumat siang (1/12). Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di Dusun Pulerejo, Desa Trisulo terlihat warga mulai menggunakan air di rumah masing-masing.

Selain untuk minum dan memasak, juga mandi hingga menyirami bunga. Walau alirannya tak deras, mulai pukul 08.00 kemarin air sudah mengalir lancar. “Kemungkinan masih ada beberapa pipa yang berlubang. Sehingga arusnya tidak sederas biasanya,” terang Sumarwan, 49, teknisi pipa masyarakat Wonorejo Trisulo.

Kondisi senada terjadi di Dusun Rejomulyo. Di sana keran teraliri air dari Sumber Clangap yang jauhnya 8 kilometer (km) dari perkampungan ke arah Puncak Kelud.

Sumarwan menerangkan bahwa Minggu sore tim teknisi dari desa sudah naik menyusuri pipa. Itu untuk memperbaiki yang rusak tertimpa longsoran batu. “Sabtu (2/12) telah kita survei dan temukan pusat kerusakannya. Jadi Minggu kita lakukan pembenahan,” urainya.

Minggu sore setelah pipa disambung, para teknisi turun ke pemukiman. Namun ditunggu hingga dini hari air masih belum mengalir lewat keran ke pemukiman. Makanya kemarin pagi teknisi kembali naik menelusuri pipa desa tersebut.

“Telah kita temukan kerusakannya pagi tadi (kemarin, Red) dan langsung kita benahi. Makanya siang air sudah lancar lagi,” terang Marwan.

Dia mengaku, selama dua hari air macet akibat longsor memang tidak melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Sebab semua biaya masih bisa ditangani kas iuran warga.

Dalam penggantian pipa yang rusak sekitar lima meter ini pihaknya hanya mengeluarkan dana Rp 250 ribu. Itu untuk penggantian pipa. “Masih bisa kita tangani untuk kerusakan ini. Namun dua hari macet memang seperti ancaman krisis air bagi kami,” ungkapnya.

Dalam sekali pembenahan dana yang tinggi sebenarnya ada pada teknisinya. Karena sekali naik dengan jalan setapak menyusuri Sungai Ngobo dengan medan yang dilalui sangat sulit. Karena untuk dua teknisi harus mengeluarkan Rp 100 ribu sekali naik. Adapun dalam kerusakan kali ini. Teknisi harus naik sampai empat kali untuk survei hingga pembenahan. “Memang sulit medannya Mas untuk menyusuri pipa hingga ke sumber,” terangnya.

Dengan selesainya dibenahi pipa yang rusak karena dihantam longsor beberapa hari lalu. Kini warga dua dusun di Desa Wonorejo Trisulo sudah tidak kesulitan air lagi dan tidak lagi menggunakan air tandon yang semakin hari semakin habis.

Namun beruntung sebelum air tandon warga habis. Air pipa sudah kembali lancar. “Tapi kekhawatiran kita masih ada. Terutama ancaman pipa-pipa kita dihantam banjir lahar dingin. Ini yang malah berbahaya,” tegasnya.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link