Batik Jepara dan tenun Troso jadi lokasi favorit rombongan kafilah MQK – Radar Kudus

Kepala Disperindag Kabupaten Jepara Inah Noroniah menjelaskan, dinasnya memfasilitasi 30 stan industri kecil dan menengah (IKM) di acara dalam bazar MQK. Mereka dari beragam IKM. Di antaranya kuliner, batik, dan tenun Troso.

”Batik Jepara dan tenun Troso jadi lokasi favorit rombongan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka kagum dengan hasil kerajinan masyarakat Jepara. Tidak hanya pandai membuat kerajinan dari kayu, tetapi juga tenun Troso dan batik. Bahkan beberapa di antaranya kaget, beberapa produk tenun yang dijual di Bali ternyata dibikin di Jepara,” ucapnya.

Inah menjelaskan, penyertaan stan produk Kota Jepara di MQK dalam rangka mengenalkan produk-produk kerajinan masyarakat Jepara. Setelah dikenal diharapkan mereka kenal dengan produk Jepara, kemudian tertarik, dan membeli produk buatan Jepara.

”Banyak di antara pengunjung stan yang langsung beli. Beberapa di antaranya meminta nomor ponsel pemilik IKM kemudian berjanji pesan produk yang dijual,” tandasnya.

MQK dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin pada Jumat (1/12). Juga hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dan Wabup Jepara Dian Kristiandi.

Selain bazar, juga dilaksanakan diskusi kepesantrenan itu digelar Minggu (3/12) petang di ruang media center MQK di komplek Ponpes Roudlotul Mubtadiin. Diskusi itu sendiri mengangkat tema cara cepat baca kitab kuning metode 33.

Selain ada agenda diskusi, pada kesempatan itu juga dilakukan bedah buku “Hermeneutika dan Pengembangan ‘Ulumul Qur’an” dan “Penafsiran Kontekstualitas Atas Al-Qur’an”. Hal ini disampaikan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Afief kemarin.

Afief menyampaikan, diskusi kepesantrenan itu terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Pihaknya juga mengajak serta peserta untuk hadir. ”Jadi di sini tidak hanya lomba namun ada berbagai kegiatan positif lainnya,” ujarnya.

Selama gelaran MQK berlangsung, Afief menuturkan, digelar pula bazar UMKM. Menurutnya, partisipasi UMKM cukup bagus terbukti dengan terisinya semua stand. ”Pada bazar itu minat beli terhadap barang dagangan tinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga merasa senang karena melalui bazar itu para peserta dari berbagai provinsi di Indonesiabisa mengenal lebih  jauh tentang produk unggulan Jawa Tengah khususnya produk unggulan Jepara dan sekitarnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)