Bayi Malang Dibuang di Laci Meja Hotel – Radar Solo

Suara tangis bayi tiba-tiba terdengar nyaring dari dalam sebuah kamar di salah satu hotel di wilayah Kampung Cinderejo, Kelurahan Gilangan, Kecamatan Banjarsari, Sleasa (26/6) pagi. Sontak hal itu sempat membuat pegawai hotel kaget. Setelah ditelusuri ternyata sumber suara berasal dari kamar 8A di hotel kelas melati tersebut.

Pegawai semakin kaget. Sebab bayi tersebut ditinggalkan orang tuanya di dalam laci meja rias hotel dengan kodisi pintu laci tertutup rapat. 

“Untungnya pintu lacinya ada bekas lubang kunci, jadi oksigen masih bisa masuk. Kalau tidak pasti bayinya sudah mati. Soalnya pintunya itu kalau ketutup rapet banget,” ungkap Narto, 47, pengelola hotel kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pria asal Masaran, Kabupaten Sragen ini mengatakan, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, ada seorang pria berumur 21 tahun membawa bayi berjenis kelamin laki-laki. Pria yang diduga sebagai orang tua bayi tersebut mengatakan kalau dia datang dari Surabaya menggunakan bus dan turun di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo.

Sebagai pengelola hotel, Narto kemudian meminta identitas pria tersebut, namun tidak diberikan dengan alasan tidak membawa kartu tanda penduduk (KTP). 

“Akhirnya saya beri kamar, karena saya kasian sama bayinya. Sejak datang nangis terus. Mungkin kurang istirahat,” ujarnya.

Selama di hotel, Narto sebenarnya sudah curiga. Sebab pria tersebut datang tanpa perempuan. Narto kemudian bertanya perihal ibu bayi tersebut. Namun pria tersebut hanya mengatakan kalau istrinya sedang berada di rumah orang tuanya.

“Katanya pernikahan mereka tidak disetujui, jadi istrinya mau bicara dulu sama orang tuanya. Setelah masalah selesai, baru dia akan menyusul ke hotel,” ungkap Narto.

Sepanjang malam bayi tersebut terus menangis. Kemudian sama pria tersebut digendong wira-wiri di area hotel untuk menghiburkan agar berhenti menangis.

“Saya sempat memberikan saran untuk anaknya diberikan susu, karena sepertinya lapar. Tapi tidak dihiraukan oleh bapaknya itu, dan dia malah masuk kamar. Anaknya baru bisa tenang sekitar pukul 04.00 WIB,” katanya.

Salah seorang pekerja hotel, Suwondo, 51, mengaku sekitar pukul 09.30 WIB, pria tersebut keluar hotel tersebut. Dia pamit dengan alasan menjemput istrinya di terminal.

“Saya tidak curiga karena jarak terminal dekat, paling cuma sebentar. Tapi ditunggu sampai satu jam, orangnya tidak kembali juga. Kemudian saya lapor dan membuka kamar hotel. Ternyata bayinya di dalam laci,” ujarnya.

Setelah itu, Suwondo mencoba mencari pria tersebut ke terminal. Tapi ketika tanya kepada petugas terminal tidak ada pria dengan ciri-ciri seperti pria yang dimaksud.

“Akhirnya saya lapor ke pos polisi terminal. Kemudian sekitar 15 menit ada polisi yang datang untuk olah TKP,” ujar Suwondo.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Banjarsari, AKP Demianus Palulungan. Bayi tersebut langsung dititipkan sementara di Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta. Pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan saksi-saki di sekitar lokasi.

Terpisah salah satu perawat Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta Ekawati mengatakan, kondisi bayi dalam kondisi sehat dengan bobot 31,5 kilogram dan panjang sekitar 50 sentimeter. Usia diperkirakan sekitar satu hingga dua bulan.

“Setelah datang langsung kami berikan susu fomula. Saat diserahkan bayi hanya menggenakan baju yang dia pakai dan botol minum bayi saja,” jelasnya.

(rs/atn/fer/JPR)