Menurut Kepala SMKN 5 Jember Sofyan Hadi Purwanto SE MT pihaknya terus menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. “Kami telah membangun kerja sama dengan dunia usaha. Kami juga membangun kerja sama dengan perguruan tinggi,” kata Sofyan Hadi Purwanto. 

Untuk itu, SMKN 5 Jember serius melakukan revitalisasi. Revitalisasi dilakukan dengan dua strategi utama. Skenario pertama adalah menyempurnakan dan memantapkan sekolah kejuruan dengan model demand-driven. Mengubah model supply-driven yang  berlangsung selama ini dengan standarisasi mutu. Ciri utama pendidikan dan pelatihan vokasi ini mengedepankan pendekatan job-based learning. 

 “Analisis kebutuhan itu kemudian dirumuskan ke dalam standar-standar kompetensi disertai dengan jenis sertifikasi dan teknik pengujiannya,” kata Kepala SMKN 5 Jember Sofyan Hadi Purwanto kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari standarisasi ini, sekolah mengembangkan kurikulum dan sistem pembelajarannya. Proses standarisasi dan sertifikasi serta penyusunan kurikulum melibatkan pihak-pihak terkait, terutama sinergi sekolah dan industri, termasuk dengan perguruan tinggi.  

SMKN 5 Jember menyelenggarakan 14 Kompetensi Keahlian. Diantaranya adalah: Agribisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan, Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (program 4 Tahun), Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Perikanan, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Ternak Ruminansia, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Pengawasan Mutu Hasil Pertanian, Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia dan Kompetensi Keahlian Kimia Analisis. serta Analisis Pengujian Laboratorium. 

(jr/gus/aro/das/JPR)

Source link