Belasan Desa Bencana Digelontor Bantuan Logistik – Radar Kudus

Di sela-sela kesibukannya, Haryanto menyampaikan rasa keprihatinannya atas bencana yang melanda di Bumi Mina Tani. Pihaknya bersama PMI, Dinas Sosial, dan BPBD Pati telah memberikan bantuan berupa logistik kepada warga yang menjadi korban bencana banjir dan longsor.

Bupati juga mendatangi warga yang meninggal karena terseret arus banjir di Desa Jrahi, Kecamatan Gunugwungkal, dan memberikan bantuan kepada rumah yang terkena longsor di Desa Gulangpongge, Gunungwungkal. Selain memberikan bantuan kemanusiaan, bupati juga memberi motivasi kepada warga.

PEDULI: Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua PMI Pati memberikan bantuan dan motivasi kepada korban bencana, baru-baru ini.
(DOK HUMAS PEMKAB PATI)

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah membantu warganya yang terkena musibah. Namun jangan semua dibebankan kepada pemerintah. Mari bersatu padu dari organisasi masyarakat, pengusaha, dan segenap masyarakat lebih peduli gotong royong bisa meringankan saudara yang terkena musibah. Kami mengimbau masyarakat semakin waspada dengan cuaca seperti ini,” ucap lelaki yang juga menjadi Ketua PMI Pati ini.

Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo menambahkan, bencana banjir awal 2018 ini melanda 28 desa di sembilan kecamatan.  Jumlah itu lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 51 desa yang menjadi dampak banjir.

“Pemkab Pati saat ini sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan di 15 desa. Selain itu memberikan bantuan karung untuk menahan tanggul yang longsor di 5 desa. Selebihnya, desa lainnya yang belum didrop masih diupayakan dengan anggaran di BPBD dan akan berkoordinasi dengan PMI serta Dinsos,” imbuhnya.

Tak hanya meberikan bantuan berupa logistik, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati untuk mengadakan pengobatan gratis di lokasi banjir. Seperti yang sudah dilaksanakan di Desa Slempung dan Desa/Kecamatan Dukuhseti. Ada beberapa dokter yang mengadakan pengobatan gratis di lokasi banjir.

“Kami juga telah menyiapkan beberapa perahu kecil di lokasi banjir, apabila banjir sewaktu-waktu tinggi. Perahu bisa digunakan untuk alat mengevakuasi warga yang terdampak banjir,” imbuhnya. 

(ks/put/lil/top/JPR)