Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 17.00 kemarin tanggul yang sedang dikerjakan darurat oleh BPBD Lumajang. Itupun juga belum selesai. Pekerjaan alat berat baru berjalan semingguan. Dan belum terpasang jumbo bag yang menjadi penahan tanggul.

Namun, disaat pekerjaan berjalan beberapa hari itu, air kembali naik. Hingga membuat sebagian dari tanggul jebol diterjang air. Sekitar lima meteran menganga dan membuat aliran air meluber ke perkebunan tebu kawasan vak XI PG Jatiroto.

Adiarto Hendro, Kasubid Kedaruratan BPBD Lumajang menerangkan jika jebolnya tangkis itu memang dikarenakan terjangan air terusan Bondoyudo. “Belum selesai dikerjakannya tapi jebol lagi,” katanya.

Dia mengatakan, sampai tadi malam air meluber ke perkebunan. Namun, belum sampai ke perkampungan warga Dusun Genitri Kidul Desa/Kecamatan Rowokangkung.  Namun, kabar sedikit melegakan datang sekitar pukul 19.00. Sebab, diketahui jika debit air mulai turun. “Mudah-mudahan tidak naik lagi. Karena jika naik lagi, berpotensi kembali terjadi banjir susulan,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Perkembangan debit air Bundoyudo akan terus diikuti dan disikapi. Supaya tidak sampai berdampak serius pada perkampungan warga. “Kami terus melakukan pemantauan untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” pungkasnya. 

(jr/fid/aro/das/JPR)

Source link