Bendera ISIS Ditinggal di Masjid, Disimpan Dalam Kantong Plastik – Radar Mojokerto

Selain bendera, ditemukan dua slayer ikat kepala warna hitam bertuliskan lafal menyerupai bendera ISIS. Belum diketahui pasti siapa yang menaruh atau meninggalkan benda tersebut. Namun, temuan ini sempat mengejutkan pengurus takmir masjid dan warga setempat.

Menyusul, sepekan sebelumnya, diketahui ada beberapa orang menginap di masjid dan diduga meninggalkan kantong plastik warna hitam. Di mana, setelah dicek, di dalamnya ternyata berisi satu bendera ISIS berukuran 96×76 cm dan dua slayer ikat kepala, masing-masing berukuran 6×89 cm.

Kapolsek Gondang AKP Slamet Riyadi mengungkapkan, bendera dan slayer ikat kepala ISIS itu pertama kali ditemukan Makhsun sekitar pukul 13.00. Bermaksud mengontrol para pekerja bangunan masjid, dia justru melihat sebuah kantong plastik warna hitam tergeletak di samping pintu masuk masjid.

“Dia (Makhsun) melihat bagian kain hitam keluar dari kantong plastik. Saat diperiksa, ternyata bendera ISIS,” katanya. ”Sekarang sudah kita amankan,” imbuh Slamet. Dari keterangan sejumlah saksi, kantong plastik itu diduga sudah berada di masjid sejak sepekan lalu.

Dugaan ini muncul, setelah pada Minggu (7/01) malam, memang diketahui ada enam orang menginap di Masjid Al Hidayah. “Mereka datang mengendarai tiga sepeda motor dari Malang, dan hendak pulang ke Lamongan,” terang mantan Kapolsek Jatirejo ini.

Sudah ada tiga orang dimintai keterangan polisi. Mereka adalah takmir masjid Syaiful, imam masjid, Yusuf, dan penemu bendera ISIS, Makhsun. ”Saat enam orang itu hendak menginap di masjid, mereka meminta izin takmir masjid. Kemudian, usai salat Subuh, saudara Yusuf sempat mengobrol dengan mereka,” kata Slamet.

Saat ini, Polsek Gondang tengah berkoordinasi dengan Satilntelkam Polres Mojokerto untuk menyelidiki pemilik bandera dan slayer ikat kepala dari organisasi terlarang tersebut.

(mj/ris/ris/JPR)

Source link