Berkas Marfuah Tak Kunjung Lengkap – Radar Bojonegoro

Kasatreskrim Polres AKP Dzaky Dzul Qornain mengklaim saat ini masih melengkapi berkas milik tersangka tersebut. ‘’Masih kita lengkapi. Sesuai dengan petunjuk dari jaksa,’’ katanya ketika dikonfirmasi Kamis (8/2). Informasi diterima Jawa Pos Radar Bojonegoro, tim kejari meminta penyidik polres memanggil ahli dari lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP) pusat ke Bojonegoro. Bahkan, dari penyidik mengirimkan surat tersebut ke LKPP. Sehingga, tinggal menunggu disposisi pimpinan LKPP agar bisa dilakukan pemeriksaan. 

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Agus Budiarto membenarkan tim jaksa masih memberikan beberapa petunjuk atas berkas. ‘’Ya sudah kita pelajari dan masih ada beberapa perlu dilengkapi,’’ tuturnya. Disinggung tentang petunjuk LKPP? Menurutnya, itu bukan menjadi wewenangnya memberikan keterangan. Sebab, munculnya LKPP itu berasal dari penyidik. Sehingga, lebih tepatnya penyi­dik yang bisa memberikan jawaban. ‘’Itu bukan domain kami. Silakan ke penyidik saja,’’ tutur dia. 

Menurut dia, jaksa memberikan petunjuk atas berkas yang telah dilimpahkan itu sesuai apa di dalam berkas. Jadi, kata dia, jaksa memberikan arahan agar apa yang menjadi materi dalam berkas itu bisa lebih didalami dan dilengkapi. 

Diketahui, dalam perkara ini, peran Marfuah belum benar-benar terkuak secara gamblang. Diduga, bersangkutan memberikan suap terhadap Supi. Proyek pembangunan gedung kecamatan ini dilakukan 2016. Nilai proyeknya Rp 1,9 miliar. Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan ikut lelang proyek. Namun, hanya ada satu rekanan dinyatakan menang. Diduga, suap diberikan kepada Supi itu senilai Rp 125 juta. Duit digunakan uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler. (aam/rij)

(bj/aam/rij/faa/JPR)

Source link