KUDUS – KPU Kudus melakukan verifikasi faktual (verfak) terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin. Dalam verfak tersebut, dihadiri Bacawabup (Bakal Calon Wakil Bupati) Setia Budi Wibowo alias Mas Bowo. Dia sengaja hadir melihat pelaksanaannya yang berlangsung sekitar satu jam di kantor DPD setempat.

Tak hanya Mas Bowo, dalam verfak yang dimulai pukul 10.00 tersebut, DPD PKS Kudus juga mendatangkan jajaran pengurus harian dan anggota guna memenuhi syarat tiga komponen yang diverfak di tingkat daerah. Di antaranya, kepengurusan inti, domisili kantor, serta keterwakilan perempuan.

Sementara dari KPU, terlihat Komisioner Naily Syarifah beserta timnya. Mereka memeriksa satu per satu dokumen milik DPD PKS serta para pengurus dan anggota. ”Dalam kesempatan kali ini kami datangkan sekitar 50-an anggota. Tak hanya laki-laki, tapi juga perempuan,” kata Ketua DPD PKS Kudus Sayid Yunanta.

Menurutnya, jumlah tersebut berdasarkan ketentuan dalam aturan verfak. Di mana yang diverfak adalah 5 persen dari anggota yang sudah tercantum di program Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) saat pendaftaran di KPU beberapa waktu silam.

Dari jumlah itu, PKS menghadirkan 30 persen pengurus perempuan, yakni sekitar 9 dari 27 jumlah pengurus di DPD. ”Dalam verfak ini, anggota menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) serta Kartu Tanda Anggota (KTA),” ucapnya.

Selain dokumen e-KTP dan KTA, dari KPU juga memeriksa surat keterangan dari camat dan surat penyataan pengurus DPD, yaitu form F4 parpol yang menerangkan domisili sekretariat PKS Kudus yang sekarang, yakni di Jalan Bhakti No 31 Kudus. ”Verfak berjalan lancar. Tidak ada persoalan. Kami yakin bisa lolos,” tegasnya.

Untuk verfak sendiri, akan diumumkan pada 2 Februari mendatang. Adapun jika ada kesalahan bisa dilakukan perbaikan pada 3-5 Februari.

Komisioner KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, parpol lama setelah hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memang harus ikut dilakukan verfak. ”Sebelumnya parpol baru yang lolos di Kudus sudah kami verfak,” katanya kemarin.

Verfak keanggotaan ini dilakukan selama tiga hari. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi parpol. Termasuk kehadiran  pengurus, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga pengurus perempuan.

Sedangkan untuk anggota parpol, dibutuhkan 5 persen dari data anggota yang masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Lima persen anggota yang didatangkan harus berasal lima kecamatan yang ada di Kudus. ”Yang mendatangkan dari parpol sendiri,” ucapnya.

Dalam proses verfak tersebut, pengurus harus bisa hadir. Nantinya parpol sendiri yang mendatangkan anggotanya, bukan KPU. Parpol yang terpenting mendatangkan anggotanya minimal 5 persen ke kantor masing-masing.

(ks/lil/top/JPR)