Bikin Puisi Tolak Pernikahan Dini – Radar Surabaya

KETUA Sekolah Perempuan Lilik Indrawati mengakampanyekan, agar masyarakat tidak lagi melakukan praktik perkawinan anak agar tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan. 

Ia mengajak para perempuan ini untuk lebih percaya diri dan kreatif, mereka melakukan senam kreasi gemu famire dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Selain untuk menolak pernikahan dini, juga untuk menegaskna hak-hak permepuan akan penolakan pernikahan dini,” papar dia

Sementara itu, Ketua Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) Iva Hasanah mengatakan, kampanye ini merupakan acara yang menginspirasi karena dapat memberikan informasi tentang makna Hari Kartini yang berbeda dengan lainnya yaitu tentang menggali cara berpikir  Kartini yang cerdas dijamannya melalui puisi.

Terutama saat ini dengan krsempatan yang lebih baik tentu tidak boleh ada perempuan yang dikawinkan diusia anak-anak “Agar tidak lagi jatuh korban, anak cerdas mati sia-sia seperti Kartini yang mengalami komplikasi sstelah persalinan,” urainya.

Sampai saat ini, data di Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik mencatat saat ini di Gresik sudah mencapai 27 kasus perseribu pernikahan usia anak. Prosentase 2,7 persen pernikahan usia anak ini, lebih sedikit dari target 3 persen. Dimana, target angka pernikahan usia anak di Gresik adalah 30 per seribu. (*/rof)

(sb/est/ris/JPR)