Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya 

Modusnya, Ghofur merayu korban dengan menunjukkan video lucu lalu dicabuli. Mirisnya perbuatan cabul yang menimpa siswa kelas III SD ini sudah dilakukan sebanyak 28 kali.

Penangkapan Ghofur dilakukan pada Jumat (1/12). Dia ditangkap di kamar kosnya. Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus Ghofur setelah pihaknya mendapatkan laporan dari orang tua korban. Orang tua mendatangi Polrestabes Surabaya sesaat setelah mereka mendapat cerita dari HD soal yang dialaminya.

“Tersangka kami amankan tanpa perlawanan, dia mengakui perbutannya,” ungkap Wakasatreskrim Polerstabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana, Minggu (3/12).

Juliana menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Ghofur, diketahui jika aksi pencabulan tersebut sudah dilakukan sebanyak 28 kali. Diawali pada pertengahan bulan September, Ghofur pun ketagihan dan menjadikan HD sebagai pelampiasan nafsu seksnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan 28 kali tersebut dihitung dari tiga bulan terakhir, yakni enam kali di bulan September,  bulan Oktober 9 kali. Sedangkan November tersangka mencabuli korban sebanyak 13 kali. Aksi tersangka semuanya dilakukan di kamar kosnya,” lanjut Dewa.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini mengatakan, dalam menjalankan aksinya, Ghofur biasa memanggil korban saat ia sedang bermain sendirian. Sebab kebetulan antara kos Ghofur dan rumah korban berdekatan. Modusnya, tersangka menunjukkan video lucu di handphone (HP) kepada korban.

“Setelah itu, korban diajak ke kamar tersangka. Saat korban asyik melihat video lucu tersebut, tersangka lantas mencabuli korban,” ungkap Juliana.

 Mantan Kapolsek Krembangan ini juga mengatakan dari penangkapan Ghofur, pihaknya mengamankan barang bukti yakni hp milik tersangka yang berisikan video lucu untuk membujuk korban. Selain itu, barang bukti lain yang diamankan berupakaos dan celana dalam serta hasil visum korban.

Saat diperiksa, Ghofur mengaku dirinya nekat mencabuli korban lantaran ia tak bisa membendung nafsunya yang sering datang tiba-tiba. Meski korban adalah bocah laki-laki namun pemuda yang sehari-hari bekerja di sebuah depot makanan ini mengaku tak memiliki kelainan.

“Saya normal, tak suka dengan anak-anak ataupun sesama jenis. Saya lakukan itu hanyalah untuk menyalurkan nafsu saja,” ungkap pemuda asal Bantur Kedung Mulyo Jombang ini.

Bahkan untuk memperkuat alasannya, dia mengaku pernah memiliki pacar dan sempat juga berhubungan badan. Namun setelah ia putus dengan pacarnya, Ghofur tak memiliki objek untuk menyalurkan nafsunya, sehingga HD pun menjadi korban.(*/no)

(sb/yua/jay/JPR)