Binoh Bertahan Demi Palegongan, Banyak Dilebur untuk Buat Gong Kebyar – Bali Express

Bauran antara gambelan Gong Kebyar dan Palegongan tentu akan mengorbankan eksistensi satu diantaranya,

 
Sekitar tahun 1967 perangkat gambelan klasik (Palegongan) yang kini permanen berada di Banjar Binoh Kaja  nyaris lenyap atau dileburkan menjadi Gong Kebyar. Hal ini dikarenakan pengaruh Gong Kebyar yang luar biasa. Kebanyakan seniman menganggap Gong Kebyar memiliki pengembangan yang lebih sempurna. Semua jenis gending atau tabuh dapat dimainkan menggunakan Gong Kebyar. “Keistimewaan inilah yang menyebabkan banyak seniman mengubah gambelan klasik dengan cara melebur dan menambah bilah untuk dijadikan Gong Kebyar ” ujar Ketua Majelis Pertimbangan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya) Provinsi Bali, DR. I Komang Astita, MA yang diwawancarai Minggu (26/2).

 
Namun, berkat peran dan saran seniman muda ketika itu I Wayan Sinti, M.A, gambelan Palegongan tersebut tetap dipertahankan menjadi gambelan Palegongan. Hingga kini, gambelan tersebut masih lestari dan klasik seperti aslinya.  Di samping menggarap penataan tabuh atau tari Legong Kraton, sekaa di Binoh yang dinakhodai Djesna Winada juga mulai meningkatkan kiprahnya dengan menata lagu pangambuhan yang sudah ada. “Gambelan Palegongan ini merupakan warisan seni budaya leluhur yang hingga kini tetap dilestarikan dengan kukuh ” tutup Astita. 

(bx/gus /rin/yes/JPR)

Source link