JOMBANG – Jumlah calon jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci Makkah terus mengalami penurunan. Kemarin, jumlah keseluruhan yang berangkat haji ada 1.280 jamaah haji dari total 1.284.

Diantara ribuan jamaah itu, ternyata ada tujuh pejabat pemkab yang ikut berangkat haji.

Sama dengan tahun sebelumnya, pemberangkatan dilakukan Bupati Nyono Suharli dan Wabup Mundjidah Wahab di Pendapa Kabupaten Jombang.

Ketiga kelompok terbang (kloter) haji masing-masing 75,76, dan 77 berangkat pada hari yang sama, hanya selesih jam. Untuk kloter 75 diberangkatkan pada pukul 05.00 pagi. Selanjutnya kloter 76 pada pukul 07.00 pagi. Disusul  kloter 77 pada pukul 09.00.

”Jadi total keseluruhan ada 1.280. dengan rincian kloter 75 ada 441 orang, kloter 76 sebanyak 441 jamaah, dan kloter 77 sebanyak 398 orang,’’ ujar Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ditemui usai melepas rombongan CJH kemarin (23/8).

Dijelaskan, dari jumlah 1.280 itu ternyata ada beberapa CJH yang tak bisa berangkat karena sakit. ”Awalnya 1.284 namun beberapa sakit, akhirnya kita tunda,’’ tambah dia.

Lebih dari itu, Nyono menjelaskan, ada sejumlah pejabat Pemkab Jombang yang berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Diantaranya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Jombang Purwanto, Kepala Dinas Penataan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Utomo, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Arif Gunawan, Kepala Dinas Peternakan Muhammad Jufri, Plt Kepala Dinas Sosial Syamto, dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. ”Dan Insya Allah saya nanti juga berangkat tanggal 25. Mohon doanya semoga lancar,’’pungkasnya.  

Terpisah, Emy Chulaimi kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jombang mengakui jika diantara 1.280 CJH yang berangkat, sebagian besar didominasi CJH lansia.

Hanya sayangnya ia belum bisa menyebutkan secara rinci jumlah keseluruhan CJH yang termasuk kategori beresiko tinggi. ”benar memang ada, namun kami pastikan agar CJH lansia agar mendapat pengawasan intensif,’’ ujar dia dikonfirmasi terpisah.

(jo/ang/bin/JPR)

Source link