BANYAK IDENTITAS: Abdullah memiliki KTP yang alamatnya berbeda. Motor pelaku yang digunakan saat kabur, dan DR, istri Abdullah.
(Istimewa)

BANGIL-Abdullah  yang menjadi terduga teroris di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, diduga memang hendak menyiapkan aksi untuk pengeboman. Sayang, sebelum aksi dilakukan, bom miliknya meledak duluan lantaran dipakai mainan oleh UAF, 3, anaknya yang akhirnya terkena ledakan hingga menyebabkan luka parah.

Itulah kesimpulan yang diberikan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin  kepada wartawan dalam pers rilis di Mapolres Pasuruan. Versi Kapolda, saat warga mendatangi rumahnya, pelaku sempat mengambil bom dan melemparkan bom tersebut ke arah warga. Terdengar ledakan hingga membuat warga berhamburan.  

Selanjutnya warga kembali mengepung rumah tersebut. Abdullah kembali melemparkan bom ke arah warga. Dan warga kembali berhamburan. Setelah itu, terduga pelaku keluar rumah dan mengejar Kapolsek Bangil Kompol M. Iskhak. 

Selanjutnya ia kembali masuk kerumah serta mengambil motor dan kabur. Ia kabur sembari membawa tas ransel. “Ledakannya empat kali,” terangnya. 

Kapolda menambahkan, pelaku memiliki tiga KTP berbeda. Namun KTP yang dimiliki diduga palsu. Dan KTP tersebut bukanlah KTP elektronik. Selain menggunakan nama Abdullah asal Aceh, terduga juga punya identitas dengan nama Anwardi asal Banten, dan Achmad Muslim asal Malang. “Tapi istrinya memanggil dia Abdullah,” bebernya.

DIAMANKAN: Sejumlah barang yang diamankan polisi diu rumah kontrakan Abdullah di Pogar, usai kejadian ledakan bom, Kamis (5/7) siang.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia menambahkan, bom itu memang disiapkan untuk menebar teror. Hanya saja, pihaknya belum memastikan lokasi yang menjadi target ledakan. “Dugaan kami bom itu sudah disiapkan untuk aksi pengeboman. Tapi, dimainkan anaknya hingga meledak duluan,” urainya.

Bom yang digunakan tersebut jenis low eksplosive atau berdaya ledak rendah. Bahannya percampuran mesiu yang juga ada pakunya ataupun gotri. Karena faktanya, piring yang ada disamping anaknya tidak meledak. Hanya kaca dan plafon di ruangan sempit yang meledak. 

“Bomnya jenis bom panci dan bom kecil-kecil berdaya ledak rendah,” terang dia.

Kapolda menambahkan, terduga teroris itu ditengarai jaringan lama. Hanya pihaknya tak menyebut jaringan yang dimaksud. Namun, berdasarkan identifikasi, pelaku pernah ditahan di Cipinang atas kasus yang sama selama tiga tahun. 

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link