BLITAR KABUPATEN – Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari dan Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, diresmikan sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, kemarin (5/7).

Penandatanganan prasasti oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan dan Bupati Blitar
(Ridha erviana/radar blitar)

Program ini adalah inovasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan aparat desa untuk menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat pekerja di desa agar lebih memahami manfaat program dari BPJS Ketenagakerjaan.

Rangkaian kegiatan ini dihadiri langsung Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Eko Darwanto, Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Arie Fianto Syofian, dan para kepala kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Timur. Juga Bupati Rijanto, segenap kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Blitar, dan mitra BPJS Ketenagakerjaan dari perbankan.

Peresmian desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan diawali di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, oleh dirut BPJS Ketenagakerjaan dan bupati, disaksikan dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, Desa Sukosewu dan Ampelgading terpilih karena memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satunya, telah terdaftarnya kepala desa dan perangkatnya pada program BPJS Ketenagakerjaan. “Desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan ini telah dilaksanakan di beberapa daerah pada 2017 sebanyak 276 desa. Ditargetkan pada 2018, dibentuk 200 desa sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Agus Susanto yang juga alumnus SMAN 1 Blitar ini.

Agus menyatakan, tujuan dibentuknya desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan ini agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ini. Juga agar muncul kesadaran para perangkat desa untuk mensejahterakan masyarakatnya yang juga para pelaku ekonomi, antara lain dalam bidang: yayasan/BUMDes serta tenaga ahli/pendamping desa. “Dan nantinya diikuti oleh komitmen dari pemerintah daerah setempat untuk mendukung program ini,”  jlentreh Agus.

Pria murah senyum ini menambahkan, dengan adanya program desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan ini, sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo poin 3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara dan kesatuan. Serta poin 5 meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, dalam mendorong land reform serta jaminan sosial untuk seluruh rakyat di tahun 2019.

“Dan kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupten Blitar terhadap kesejahteraan masyarakatnya dengan mengimplementasikan desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Kontribusi ini tentunya bukan hanya untuk menjalankan kewajiban sebagai penyelenggara negara, melainkan bentuk hadirnya negara untuk merealisasikan hak hidup aman, nyaman, dan sejahtera sebagaimana diamanahkan oleh Undang Undang Dasar 1945,” jelas Agus.

Desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan ini, sebuah tindak nyata dari BPJS Ketenagakerjaan, dalam hal ini juga dilakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat desa akan pentingnya sebuah jaminan sosial dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa di mana pun dan kapan pun.

“Pada prinsipnya, dengan adanya peresmian desa sadar, kita harapkan empowering masyarakat desa betul-betul bisa menggerakan sendi-sendi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa pada khususnya. Karena program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tapi justru mencegah potensi kemiskinan itu untuk memastikan kesejahteraan warga negara dan masyarakat pekerja tetap terjaga,” imbuh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Arie Fianto Syofian.

Bupati Rijanto dalam sambutannya menyatakan bangga dan mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang telah menetapkan Desa Sukosewu dan Ampelgading sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. “Jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara. Dengan berbagai program yang ada dan inovasi, BPJS Ketenagakerjaan merupakan bukti bahwa negara hadir untuk mendorong kesejahteraan rakyat,” kata Rijanto.

Acara yang dimulai pukul 09.00 itu diawali dengan berbagai hiburan keroncong dan tarian seniman Kabupaten Blitar. Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemutaran video desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dilanjutkan berbagai acara inti, seperti penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Arie Fianto Syofian dan Kepala Desa Sukosewu Mardi Basuki disaksikan jajaran Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Dewan Pengawas Eko Darwanto, Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto, dan Bupati Rijanto.

Juga dilakukan penyerahan simbolis sertifikat dan kartu peserta kepada para perangkan Desa Sukosewu, simbolis penyerahan manfaat layanan tambahan (MLT) KPR kerj asama dengan Bank BTN, simbolis penyerahana santunan jaminan kematian peserta akuisisi dari SPO BRI dan Perisai, serta pengalungan tanda anggota Perisai. Lalu, peresmian sekaligus penandatanganan prasasti desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan Desa Sukosewu dan Ampelgading oleh dirut BPJS Ketenagakerjaan dan bupati.

Usai acara di Desa Sukosewu, rombongan menuju Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo. (adv/ed/dha)

(rt/rid/rid/JPR)