Buang Tas dan Celengan di Lahan Tebu, Pelaku Masih Buron – Radar Kediri

JALAN MASUK: Pintu belakang rumah Binti yang dibobol perampok.
(HABIBAH ANISA – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN – Hingga kemarin, pelaku pembunuhan Binti Nafiah, 38, masih belum tertangkap. Polisi masih terus mendalami identitas pelaku dari keterangan saksi. Untuk sementara ini, polisi menyebut motif pembunuhan itu adalah pencurian.

“Untuk sementara, dari keterangan saksi, pelaku satu orang,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Hanif Fatih Wicaksono.

Kemarin, ada beberapa barang bukti yang ditemukan. Barang bukti itu berupa lima tas milik korban, celengan dan tabungan milik anak korban, Sirojul Munir. Barang-barang itu, sepertinya, dibuang oleh pelaku. Dan ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput.  

Tas yang ditemukan itu berisi STNK, Alquran, serta buku surat Yasin. Barang-barang itu dibuang di lahan tebu.  Berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban.

Soal berapa kerugian, polisi juga masih terus melakukan pengusutan. “Kami masih konfirmasi dengan keluarga (korban) tentang total uang yang hilang,” aku Hanif. Dari keterangan suami korban Abdul Kholik, jumlah uang yang hilang sekitar Rp 400 ribu.

Sementara itu, kemarin, jenazah korban akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Jalan Angsa, Desa Canggu, Kecamatan Badas. Area pemakaman itu tak jauh dari rumah korban. “Sekitar pukul 04.00, subuh, jenazah sampai rumah,” terang Abdul Kholik.

Kholik mengatakan, pihak keluarga sudah dimintai persetujuan terkait otopsi pada Sabtu (9/6) malam. Pada pukul 22.00 WIB perwakilan keluarga berangkat ke RS Bhayangkara. Otopsi berlangsung pukul 23.00. “Saya dikabari kalau seluruh proses sudah selesai sekitar jam tiga pagi kurang,” akunya. Jenazah langsung diantar ke rumah duka oleh pihak RS dengan dikawal dua petugas, seorang pengurus Banser NU Badas, dan anggota keluarga.

Menurut Kholik, sebenarnya rencana otopsi baru Senin (11/6). Tapi, setelah melakukan lobi akhirnya dimajukan Sabtu malam.   “Saya juga gak tahu apa-apa. Tiba-tiba di telepon teman Banser disuruh mempersiapkan rumah menyambut kedatangan jenazah,” tutur Kholik.

Walaupun jenazah sudah dikubur, tapi Kholik mengaku belum mendapat hasil otopsi. Dia juga menegaskan tak akan mendesak kepolisian untuk membeberkan hasil otopsi itu.

Hanya, Kholik sempat diberitahu oleh pihak forensik, bahwa benda yang dibuat memukul istrinya bukan dari kayu ataupun besi. Kemungkinan berbahan stainless.

“Kata orang forensik, kalau terbuat dari kayu atau besi bentuk lukanya tidak akan seperti itu,” terangnya.

Selain itu, ia menambahkan jika yang digunakan untuk memukul berbahan besi darahnya akan berceceran kemana-mana.

Fakta Baru Kasus Pembunuhan Binti

–         Beberapa barang milik korban dibuang di lahan tebu.

–         Jarak penemuan barang-barang itu sekitar 200 meter dari rumah korban.

–         Selain itu juga ditemukan celengan anak korban yang sudah tidak ada uangnya dan buku tabungan, juga milik korban.

–         Nilai kerugian, kemungkinan , Rp 400 ribu.

(rk/die/die/JPR)

Source link