Budi Pego Bantah sebagai Pekerja Tambang – Radar Banyuwangi

JawaPos.com – Sidang lanjutan kasus demo palu arit atau perkara kejahatan terhadap keamanan negara dengan terdakwa Hari Budiawan alias Budi Pego, kembali digelar di Pengadilan negeri Banyuwangi, kemarin (16/1). Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Putu Endru Sonata mendengarkan pembacaan duplik.

Terdakwa Budi Pego langsung menyampaikan dan membacakan duplik di hadapan persidangan. Dalam duplik itu, terdakwa membantah argumentasi jaksa yang menilai jika terdakwa pernah bekerja sama dengan perusahaan tambang yakni PT IMN pada masa itu.

Sebagai alat bukti pernah bekerja sama dengan perusahaan tambang saat itu adalah ID card berlogo PT IMN. Menurut Budi Pego, ID card berlogo PT IMN tersebut bukan sebagai pekerja tambang, melainkan hanya sebagai kartu pengenal yang diberikan oleh PT IMN kepada setiap warga yang ada di sekitar lokasi tambang.

ID card tersebut adalah sebagai identitas untuk fasilitas warga agar bisa keluar masuk hutan saat mencari kayu, mencari rumput, maupun aktivitas lainnya. ”Semua warga di sekitar lokasi tambang punya ID card tersebut,” ungkapnya dengan melampirkan bukti dua ID card milik warga lainnya.

Budi Pego juga membantah pernah bekerja sama dengan PT IMN. Saat itu, dia memang sempat bisnis jual beli kayu dan PT IMN lewat stafnya memesan kayu kepada terdakwa. ”Sebagai penjual tentu saya layani sebagaimana pembeli-pembeli lainnya. Jadi hanya jual beli putus, tapi tidak ada hubungan kerja apalagi sebagai karyawan tambang,” jelas Budi Pego.

Budi Pego dalam dupliknya juga mengaku beberapa kali dirayu dan dibujuk oleh perusahaan tambang melalui beberapa orang untuk menghentikan aksi-aksi tolak tambang. Bahkan, beberapa kali, dia juga ditawari sejumlah uang yang diletakkan dalam sebuah wadah kardus. Terakhir tawaran dari pihak tambang itu datang saat dia melakukan aksi tolak penanaman kabel ke arah tambang. ”Saat itu, dia juga dirayu dan diminta ketemu oleh pihak tambang, namun juga tetap ditolak,” ungkapnya.

Source link