Buka Lowongan Bagi Penyandang Difabel – Radar Mojokerto

MOJOKERTO – Bursa kerja yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (DKUMTK) Kota Mojokerto sejak Selasa (17/10), disesaki pencari kerja (pencaker). Pemkot menargetkan, job fair itu bisa menyedot tenaga kerja sebanyak-banyaknya guna menekan angka pengangguran.

Demikian dikatakan Plt. Sekdakot Mojokerto Gentur Prihantono, ditemui usai membuka acara. ’’Kalau bicara target, ya sebesar-besarnya. Karenanya job fair ini sangat dibutuhkan. Kalau melihat lewat online kan hanya bisa satu-satu. Kalau lewat job fair ini pencaker bisa memilih,’’ katanya.

Pihaknya melanjutkan, dalam acara tahunan ini, para pencaker wajib membekali diri secara komprehensif. Yang paling utama, kata dia, pencaker juga harus bisa tahu apa yang diinginkan perusahaan. Baik dari sisi kualifikasi hingga kuantitas. ’’Kalau yang dibutuhkan adalah tenaga terampil maka mereka harus bisa memenuhinya,’’ tandas pria yang pernah jadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur ini.

Selain itu, Gentur juga berpesan agar perusahaan juga dapat berlaku baik terhadap karyawannya. ’’Perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Apabila para pencari kerja sudah terima, harus diperlakukan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan yang berlaku. Agar hubungan perusahaan dapat berjalan dengan baik,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kota Mojokerto Hariyanto, mengatakan, mendatangkan 40 perusahaan dari Mojokerto dan sejumlah daerah di Jatim untuk menyukseskan job fair. ’’Masih sama dengan yang lalu, ada 40 perusahaan dari Mojokerto dan daerah sekitar yang kita datangkan dalam job fair kali ini,’’ ujarnya.

Pihaknya menambahkan, bursa kerja ini menyediakan 2.507 ribu lowongan kerja, termasuk lowongan kerja bagi kaum difabel atau berkebutuhan khusus. ’’Ada juga 45 lowongan untuk difabel, namun yang dicari perusahaan adalah mereka yang memiliki keterampilan khusus,’’ paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya memberi pelatihan komputer dan pendidikan ketrampilan tangan pada 45 difabel di kota ini. ’’Tidak hanya tenaga terampil, perusahaan juga meminta sertifikat keterampilan kepada pencaker. Untuk itu, kami membekali sertifikat keterampilan kerja bagi pencaker yang bersedia mengikuti pelatihan,’’ tambahnya.

Pemkot sendiri berperan aktif dalam pengentasan jumlah pengangguran. ’’Wali kota mengeluarkan perwali yang meminta agar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) menerima minimal satu pencaker difabel di OPD masing-masing,’’ tandasnya.

(mj/fen/ris/JPR)

Source link