Buka Paksa Gembok Kotak Suara – Radar Tulungagung

Gembok kotak suara tersebut harus dibuka paksa menggunakan tang potong berukuran besar. Sebab, kunci gembok yang dibawa PPK Boyolangu tertinggal. Walaupun ada dua kunci, semuanya tertinggal. Hal itu murni unsur ketidaksengajaan.  

Ketua PPK Boyolangu M. Hufron Efendi mengaku, kunci gembok kotak suara tertinggal di tas. Tas tersebut berada di rumah.

“Kebetulan hari ini saya datang ke sini itu tas yang saya bawa hari ini (kemarin, Red) berbeda. Jadi kunci tertinggal,” ujarnya.

Dia pun menceritakan, usai rekapitulasi di tingkat kecamatan, kunci dibawanya sendiri. Sedangkan satu kunci lain dibawa salah seorang anggota. Ternyata kunci yang dibawa anggota PPK itu tertinggal di kantor kecamatan. Karena waktu yang mepet, akhirnya gembok kotak suara dibuka paksa menggunakan tang pemotong besar.

“Daripada kami kembali dan menunggu lama, makanya kita buka paksa,” katanya.

Meski dibuka paksa, itu sudah mendapat persetujuan dari para saksi dan pihak KPU. Memang peralatan sudah disiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi adanya hal itu sehingga tidak menghambat proses rekapitulasi penghitungan suara.

Dari pantauan di lokasi, rekapitulasi hasil penghitungan suara kemarin disaksikan langsung perwakilan dari tim pemenangan para pasangan calon (paslon). Yakni dari cagub Khofifah-Emil, cagub Gus Ipul-Puti, serta cabup Margiono-Eko dan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo (SahTo). Selain itu, juga hadir para komisioner KPU Tulungagung, KPU Provinsi Jatim, PPK seluruh kecamatan se-Tulungagung. Polisi dan TNI juga terlihat berjaga di dalam dan luar hotel. (wen/ed/din)  

(rt/lai/ang/JPR)