Buku Penjualan Narkoba Jadi Petunjuk, Transaksi per Minggu Rp 140 Juta – Radar Bali

Penyidik menemukan barang bukti dua buah buku penjualan narkoba jenis sabu. Buku tersebut mencatat aliran dana haram dari bisnis narkoba Jero Jangol.

Berdasar bukti tersebut, polisi masih akan terus menelusuri aliran dananya ke mana saja. Polisi juga mencari tahu siapa orang-orang dari nama yang tercatat dalam buku penjualan sabu itu.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan, buku catatan penjualan ini tercatat dari halaman depan dengan nomor urutan 1 ini dibeli sejak Agustus 2017 lalu.

“Diduga dua buku ini, buku baru yang merupakan catatan istrinya Jero Jangol. Buku catatan penjualan narkoba yang lama diduga sudah dibuang,” ungkap Kapolresta Kombes Hadi Purnomo.

Pembelian terakhir diketahui pada Sabtu lalu (4/11), atau tepat pada saat penggerebakan berlangsung. Dari catatan tersebut diketahui bahwa sabu ini dibeli per hari mencapai 20 paket.

Jumlahnya bervariasi. Jika per paket dibulatkan menjadi Rp 500 ribu berarti per hari mendapatkan hasil 10 juta.

“Ini contoh saja, harga per paket variasi ada Rp 500 ribu hingga Rp 1, 5 juta. Jika per paket Rp 1 juta berarti pemasukan Rp 20 juta. Jika dikalikan per minggu mereka mendapatkan hasil Rp 140 juta, kalau per bulan hitunglah  sendiri pendapatannya,” tutur Kapolresta.

Apalagi, lanjutnya yang membeli, dari buku catatan ini mencapai ratusan orang. “Dapat dari mana barang ini? Kami masih kembangkan. Tunggu Jero Jangol ketangkap dulu, karena dia yang lebih tahu,” paparnya.

Sementara itu kasat narkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta menyatakan bahwa dalam kasus tersebut, istri kedua dan ketiga Jero Jangol masih berstatus saksi.

“Dua istrinya, baik istri ke dua dan ke tiga masih berstatus sebagai saksi. Jumlah BB keseluruhan 40 paket dengan berat 20,73 netto dan jika ditukarkan dengan uang mencapai 37 juta” pungkasnya. 

(rb/dre/mus/mus/JPR)

Source link