Bumil Boleh Konsumsi Obat – Radar Banyuwangi

BANYUWANGI – Ibu dan janin merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam proses kehamilan. Kesehatan ibu hamil (bumil) menjadi persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian tersebut. Di mana, awal kehamilan atau masa trimester pertama merupakan saat yang rawan bagi perkembangan janin

Nyatanya, banyak perempuan yang kemudian tidak menduga kalau dirinya sedang hamil. Kehamilan baru diketahui ketika usia janin sudah menginjak waktu lebih dari satu bulan. Ketidaktahuan ini menyebabkan mereka mengonsumsi berbagai macam makanan serta obat dalam mengatasi gangguan kesehatan yang dialaminya. Bahkan, di antara obat yang dikonsumsi justru berpotensi merusak perkembangan bayi dalam kandungan.

”Obat-obatan yang dikonsumsi pada masa ini ada yang dapat mempengaruhi pembentukan organ tubuh, menimbulkan kerusakan organ, kecacatan pada janin. Bahkan bisa keguguran,” ujar dr Mahresya Kamajaya.

Mahresya menjelaskan, pada trimester kedua, obat-obatan yang dikonsumsi bisa juga dapat mempengaruhi sistem saraf janin. Imbasnya, bisa dirasakan saat bayi lahir seperti berat badan janin kurang. Namun, justru di trimester kedua ini merupakan fase paling aman untuk mengonsumsi obat.

Di sisi lain, obat-obatan yang dikonsumsi saat trimester ketiga bisa juga dapat menimbulkan komplikasi pada pembentukan paru-paru janin. Efeknya, bayi yang lahir sulit bernapas. ”Lalu ada pertanyaan apakah semua obat tidak aman bagi ibu hamil,” seru dokter yang bertugas di Puskesmas Singojuruh ini.

Gangguan kesehatan yang dialami ibu hamil dan membutuhkan pengobatan tentunya tidak mungkin jika dibiarkan. Sebab, bila dibiarkan justru akan juga berdampak buruk pada kehamilan dan janin. Satu hal yang wajib dilakukan saat mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang adalah dengan pemberian obat dalam pengawasan dokter.

Hindari mengonsumsi obat umum meskipun ada orang lain yang mengonsumsinya saat hamil dan tidak berdampak pada janin. Ini karena efek obat sangat mungkin berbeda pada tiap individu. Obat yang tidak aman untuk ibu hamil contohnya antibiotik.

Beberapa obat antibiotik memiliki efek samping yang bisa menimbulkan kecacatan pada janin. Hal ini patut dihindari dan diwaspadai penggunaannya. Namun ada beberapa obat antibiotik dan obat lain yang aman bila dikonsumsi saat keadaan hamil. ”Tentu harus dalam pengawasan dan peresepan dari dokter,” pungkasnya.  (nic/als/c1)

(bw/nic/ics/JPR)

Source link