Bupati Sidak Perpus, Lho Bukunya Kok…? – Radar Kediri

 “Kalau anak baca nanti kan penalarannya bagus, begitu pula daya kreativitasnya,” jelas Haryanti, kemarin siang (24/4). Menurutnya, koleksi yang ada di perpustakaan masih hanya terdiri buku pelajaran dan beberapa buku tentang cerita rakyat.

Sidak yang dilakukan Haryanti dilakukan di sela-sela memantau pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN 1 Ngasem. Datang pukul 07.45, Haryanti yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Subur Widono. Tetapi, sebelum meninjau ruangan ujian, Haryanti mampir di perpustakaan sekolah.

Haryanti sempat menanyakan buku-buku yang berasal dari sumbangan siswa. Bukan sekadar buku dari pihak sekolah. Pasalnya, biasanya buku-buku yang berasal dari siswa lebih sesuai dengan minat siswa tersebut.

Misalnya novel, mitos, cerpen, dan lain sebagainya. Haryanti berharap dan menghimbau pada anak-anak yang telah lulus untuk menyumbang buku yang tidak harus baru ke perpustakaan sekolah.

“Ibu berharap dan mengimbau untuk anak-anak yang telah lulus untuk ninggali adik-adiknya bahan bacaan atau literasi ke perpustakaan,” papar Subur Widono.

Terkait dengan minimnya koleksi ini, Sutikno menyatakan bahwa sebenarnya setiap tahun telah dilakukan sumbangan dari siswa yang telah lulus pada perpustakaan.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa buku yang telah disumbangkan otomatis menjadi asset milik sekolah dengan adanya stampel yang ada. Oleh karenanya buku yang memiliki stampel menjadi milik sekolah.

Meskipun begitu, ia akan menghimbau kembali pada siswa-siswa kelas IX yang saat ini akan lulus untuk menyumbangkan buku pada adik kelasnya. Subur Widono menegaskan bahwa buku yang disumbangkan tidak harus baru asalkan tetap masih layak dibaca. “Semua siswa yang lulus dihimbau untuk menyumbangkan buku bekas untuk sekolah dan tidak baru tapi masih layak baca,” pungkasnya.

(rk/*/die/JPR)

Source link