Bus Rombongan Wisata Terbakar di Sukoharjo – Radar Surabaya

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini yang diduga karena korsleting AC ini. Sebab, saaat muncul kepulan asap dari bagian belakang bus, sopir menghentikan bus dan menurunkan seluruh penumpang. Sebelum api berkobar, seluruh siswa telah dievakuasi.

Muhammad Irfan, pembina SD tersebut mengatakan rombongan berangkat dari Sidoarjo Selasa (19/12) sekitar pukul 21.00. Mereka dalam perjalanan menuju Jogjakarta. Awalnya perjalanan berjalan seperti biasa, sampai di lokasi Desa Tempel Gatak tiba-tiba bagian belakang bus mengeluarkan percikan api. 

“Ada bau asap, kemudian sopir bus tersebut diberitahu dan memarkirkan bus di tepi jalan. Setelah dilihat, ternyata benar ada api yang muncul dari belakang,” katanya.

Setelah itu, semua murid dan penumpang diminta turun. Api berusaha dipadamkan, ternyata si jago merah semakin membesar dan membakar habis badan bus. “Ada tas dan handphone anak-anak di dalam terbakar,” lanjut Irfan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan penyebab kebakaran adalah korsleting AC. Dikatakan, sopir bus juga diingatkan oleh pengemudi mobil pikap bahwa ada percikan api di bagian belakang bus. 

Kecelakaan ini merupakan yang yang keempat kalinya menimpa rombongan wisata asal Sidoarjo dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya pada 5 April 2014 silam, rombongan wisata dari SDN Ngampelsari, Candi Sidoarjo mengalami kecelakaan di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan usai dari rekreasi di Bukit Flora dan Bakti Alam. Busnya terbalik dan empat siswa SD tewas, 20 lainnya luka-luka.

Kejadian berikutnya 8 Mei 2016, yakni rombongan wisata perangkat desa dan warga dari 11 desa se-Sukodono.  Pulang dari wisata di Bandung, bus yang ditumpangi rombongan kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Desa Payaman, Mejobo, Kudus. Enam orang meninggal dunia, 17 luka-luka. Lalu ada pula kejadian 26 Februari 2017, yakni rombongan wisata guru dan keluarga dari SDN Jimbaran Wetan dan SDN Jimbaran Kulon, Wonoayu. Wisata dalam rangka pisah kenal antara kepala sekolah (kepsek) itu berakhir tragis karena minibus yang ditumpangi masuk jurang di Dusun Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten, Karanganyar yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta mengatakan rombongan wisata sudah melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta menggunakan bus pengganti. Sedangkan bus yang terbakar sudah dievakuasi.

Di sisi lain Kapolsek Gatak AKP Yulianto menyatakan bus tersebut berisi rombongan siswa kelas 6 dan guru dari SDN Wangkal, Krembung. Saat melintas di di Desa Tempel, Gatak, Sukoharjo, tiba-tiba muncul kepulan asap dari bagian belakang bus. 

“Ada sopir kendaraan lain di belakang bus yang mengingatkan. Sopir kemudian menghentikan bus,” ujar AKP Yulianto. (rs/yan/bay/JPR/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)