Hamim, kuasa hukum Iqbal Hamidi calon Sekertaris Desa (Sekdes) Ambeng-Ambeng mengatakan pihaknya saat ini tinggal menunggu tindaklanjut laporan kepada dewan. Kalau memang tidak bisa diselesaikan maka pihaknya bakal menempuh jalur hukum. “Kami masih menunggu dewan karena mereka merupakan pembuat perda dan pengawasnya,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, kliennya merasa dirugikan dengan keputusan Desa Ambeng-Ambeng yang tidak mau melantik. Padahal, sudah jelas-jelas pada pelaksanaan tes perangkat pertama kliennya memperoleh nilai tertinggi. “Kenapa kok tidak mau melantik, padahal klien saya mencapai passing grade dan nilainya tertinggi,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya bakal menempuh berbagai jalur untuk meluruskan pelaksaan pengisian perangkat desa. Sebab, pihaknya telah menemukan berbagai bukti terkait kejanggal permasalahan tersebut. “Kami bukti-buktinya sudah ada tinggal melakukan pengajuan gugatan saja nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Moh Syafi’ AM mengatakan pihaknya telah menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Camat maupun DPMD pada Kamis mendatang. “Pada forum ini kami ingin memastikan apakah Camat maupun DPMD sudah tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Kalau tidak, maka kami akan minta para peserta untuk menempuh jalur hukum,” terang dia.

Sebagai catatan, permasalahan pengisian Sekdes Ambeng-Ambeng ini bermula dari hasil tes pertama yang tidak ada satupun calon memenuhi passing grade. Namun, setelah ramai ditemukan ada kesalahan soal dan dilakukan penambahan nilai, Iqbal Hamidi berhasil memenuhi passing grade.

Namun, panitia malah melakukan tes ulang. Padahal, Iqbal Hamidi belum menandatangani pernyataan bersedia dilakukan tes ulang. Pada tes ulang ini ternyata nilai Iqbal Hamidi kalah dengan peserta yang lain. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)