Cara Kurangi Candu Main Gadget yang Efektif – Radar Bromo

BUGULKIDUL – Sisi negatif kecanggihan teknologi yang disajikan dalam gadget yang membuat penggunanya kecanduan menjadi perhatian Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. Besarnya jumlah pemakai gadget yang masih berusia anak-anak menimbulkan keprihatinan dari pihak Yayasan PP Bayt Al-Hikmah. Pemakaian gadget pada anak-anak diwaspadai bisa menjadi candu bagi anak-anak.

Kepala Ponpes Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan Nailur Rohman mengungkapkan, dengan semakin berkembangnya teknologi di satu sisi juga menimbulkan kegelisahan atas dampak negatif gadget pada anak-anak. Gus Amak, panggilan akrabnya mengatakan, fasilitas gadget yang diberikan orangtua kepada anak yang tanpa pengawasan bisa berdampak kepada perkembangan mental anak. Ia mencontohkan, peristiwa beberapa waktu ini pelajar yang kecaduan gadget hingga mengalami gangguan jiwa.

“Kami menaruh perhatian serius terhadap masalah ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Saat ini secara tidak langsung, gadget menjadi candu bagi anak-anak. Dampak negatifnya, perkembangan mental anak menjadi kurang bagus, anak cenderung sulit berinteraksi,” ujar Gus Amak, saat ditemui di sela-sela Festival Dolanan Yok 2018, Minggu (21/1)

Lebih lanjut, Gus Amak mengatakan, di satu sisi kekayaan budaya Indonesia di antaranya berbagai mainan tradisional perlahan-lahan semakin tidak dikenal oleh anak-anak. Padahal, berbagai dolanan tradisional tersebut sarat akan pembelajaran seperti interaksi sosial, kepemimpinan, dan penguatan mental.

“Permainan tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Ini seharusnya dilestarikan karena di dalamnya banyak didapatkan pembelajaran bagi tumbuh kembang anak,” imbuh Gus Amak.

Festival Dolanan Yok 2018 dinilai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Suhariyanto sarat akan pembelajaran. Dengan mengajak anak-anak setingkat Sekolah Dasar untuk kembali mempopulerkan berbagai dolanan tradisional, pihaknya berharap hal itu bisa meredam ketagihan anak-anak terhadap gadget.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali bagi anak-anak. Seperti kita tahu saat ini sudah tidak ada anak-anak bermain lompat tali, egrang, kelereng. Mereka asyik main game di gadget. Dampaknya, mereka cenderung kurang komunikatif dan sukar sosialisasi,” kata Suhariyanto.

Source link