Cari sensasi festival durian lewat poster – Radar Kudus

Salah satunya menyasar Rembang, Pati, dan Kudus. Poster hoax itu, desainnya sama. Hanya berbeda lokasi. Tertulis rencana festival durian digelar 9-10 Desember. Kecuali di Kudus, hanya pada 9 Desember. Untuk lokasi, Rembang dan Pati di alun-alun. Sedangkan Kudus di Bumi Perkemahan (Buper) Kajar, Dawe.

Dalam informasi yang memuat lambang Pesona Indonesia ini, menyebutkan hanya dengan Rp 50 ribu bisa makan durian sepuasnya. Lalu, bagi pengunjung yang tak bisa membelah durian, ada petugas yang sudah siap siaga di stan. Untuk menyemarakkan acara, ada kemeriahan tambahan orkes panen raya, fun games, live music, serta pertunjukan makanan olahan durian dan stan bibit durian.

Plt Kabid Tanaman Pangan dan Hartikutura Desti Muryadi mengamini, bahwa berita ini hoax. ”Kalau memang kami akan membuat even, pasti pasang informasi di papan pengumuman. Tidak menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Apalagi dari pesan yang tersebar, penyelenggara atau informasinya tidak jelas. Kalau yang asli tentunya akan dicantumkan nama dinas. Termasuk mencantumkan nomor panitia yang dapat dihubungi. ”Kita tidak ada kegiatan festival durian di alun-alun Rembang. Mungkin tahun depan baru kami gelar agro ekspo. Tak hanya buah,” terangnya.

Poster hoax yang tersebar berantai kemungkinan hanya ingin membuat sensasi atau sekadar iseng. Sebab, di dalamnya banyak kejanggalan. Kalaupun benar tentu kesulitan mengumpulkan durian sebanyak itu. Apalagi saat ini sudah mulai berakhir musim panen.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tak mudah terpancing informasi yang kurang jelas. ”Saya yakin masyarakat sekarang sudah cerdas. Namun juga harus cermat dan tak menyebarkan kabar hoax,” imbaunya.

Terpisah, salah satu penggiat pariwisata di Pati, Krisno menjelaskan, Festival Durian Pati 2017 yang digelar di Pati 9-10 Desember dipastikan hoax. ”Di Pati, Dinas Pariwisata, Dinas Pedagangan, dan Dinas Pertanian tidak ada yang menyelenggarakan festival itu. Jadi, kami imbau agar masyarakat Pati tak perlu menanggapi informasi ini. Di Jawa Tengah yang ada festival durian, biasanya Magelang dan Karanganyar. Jepara saja, saat ini tidak berani mengadakan,” katanya.

Hal serupa dikatakan Kabid Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo) Kudus Satria Agus Himawan. Dia memastikan festival durian yang akan digelar di Buper Kajar pada 9 Desember itu hoax. ”Itu seperti yang di Semarang beberapa waktu lalu. Ini jelas hoax. Iseng banget yang buat,” terangnya.

Dari penelususan Jawa Pos Radar Kudus, ternyata pesan berantai ini merupakan hasil editan poster even yang digelar di pasar ikan, Lengkong-Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.

(ks/noe/put/lin/top/JPR)