Modus penipuan tersebut disebarkan melalui layanan pesan pendek. Diawali dengan menanyakan kabar pejabat yang bersangkutan. Hanya saja, oknum tersebut mengatasnamakan identitas yang mirip dengan nama wartawan JPRM.

Itu seperti yang diungkapkan Kabag Perekonomian Pemkot Sumarmi. Dia mengaku mendapat SMS dari seseorang yang mengatasnamakan Fendik. SMS lanjutannya kemudian berisi permintaan bantuan kepada seseorang yang sakit tumor otak.

“Tlg jenengan bantu gotong royong semampunya mas Ar Bu Sumarmi Astuti.kshn oprasi tumor otak dirs dr soetomo sby.lewatkan no rek mas Ar sndri Bu biar tau kluarganya.BCA.0901391903.a/n.Ar.tks byk sblmnya Bu smg byk rjkinya.amin.slm dr teman2 Pers,” pesan si oknum kepada Sumarmi.

Setelah menerima kabar itu, Sumarmi merasa aneh dan curiga. Terlebih, meminta bantuan keuangan untuk sesorang yang tidak dikenal di RSUD Soetomo Surabaya. “Makanya saya curiga kok mencatut nama wartawan JPRM,” ujar Sumarmi.

Hal serupa juga dialami Kepala Bappeko Harlistyati. Dia juga menerima SMS serupa dengan nomor yang sama, +62 852 31595xxx. “Karena merasa curiga, saya balas SMS-nya. Tapi, mempertanyakan balik. “Lha habis ketemu kok tanya kabar?,” cerita Harlistyati.

Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekdakot, Ribut Ariyadi, juga mendapatkan hal serupa. Dia yang sejak awal merasakan keanehan enggan menanggapi serius. “Awalnya tidak saya tanggapi. Tapi, oknum itu telepon saya. Orang laki-laki sudah berusia cukup tua,” rincinya.

Dia mengatakan, sejumlah pejabat di Bagian Umum Sekdakot juga mendapat SMS serupa. Selain itu, pejabat di Bagian Perekonomian dan Pembangunan juga alami hal yang sama.

Pemimpin Redaksi (Pemred) JPRM, Abi Muklisin mengaku sudah menerima kabar tersebut. Dia menegaskan oknum yang mencatut wartawan Jawa Pos Radar Mojokerto tersebut bukan dari Jawa Pos Radar Mojokerto. “Itu bukan Jawa Pos Radar Mojokerto,” tandasnya. 

(mj/fen/ris/JPR)

Source link