Coblos No 2 di Kanan – Radar Tulungagung

“Hari ini bertepatan dengan Ulang Tahun Pak Jokowi. Dari Jawa Timur, kita sampaikan selamat ulang tahun untuk Bapak Presiden. Semoga tetap sehat, dilindungi dalam segala hal, dalam memimpin Indonesia,” kata Puti Guntur Soekarno di sela orasi.

Jokowi lahir pada 21 Juni 1961, yang diperingati kemarin. Tahun ini, presiden ke-7 itu berusia 57 tahun. Tanggal kelahiran Presiden Jokowi bertepatan dengan hari meninggalnya Bung Karno, 21 Juni 1970.

Kemarin, kampanye Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno digelar di Lapangan Gulun, Kota Madiun. Puluhan ribu orang hadir. Mereka berasal dari berbagai daerah di kawasan Mataraman Jawa Timur (Jatim).

Cagub Saifullah Yusuf kemudian memotong kue tar, lantas menyerahkan kue itu pada satgas Partai Gerindra yang ada di lokasi kampanye.

“Inilah indahnya kerukunan di Jawa Timur,” kata Gus Ipul, didampingi Puti Guntur Soekarno.

Kampanye di Kota Madiun dihadiri banyak tokoh. Yakni Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Kehadiran Pramono Anung telah mencuri perhatian karena politisi PDIP itu sebagai pejabat kepercayaan Presiden Jokowi.

“Kehadiran Pak Pramono Anung sangat berarti bagi Gus Ipul dan Mbak Puti karena menunjukkan dukungan Presiden Jokowi,” kata Ahmad Basarah, Wakil Sekjen DPP PDIP.

Kemarin juga bertepatan dengan peringatan hari meninggalnya Bung Karno, 21 Juni 1970. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengajak semua yang hadir untuk mengirim Al-Fatihah untuk arwah Sang Proklamator itu. Sejenak suasana hening, mengikuti doa.

“Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Cak Imin-panggilan akrab Muhaimin Iskandar. Dia mengatakan, Bung Karno adalah pemimpin yang telah meletakkan dasar bagi bangsa dan negara, bersama para ulama dan unsur-unsur bangsa yang lain.

Sekarang, kata Cak Imin, cucu Bung Karno, Cawagub Puti Guntur Soekarno ingin meneruskan perjuangan kakeknya untuk kesejahteraan rakyat Jatim.

“Dan Gus Ipul adalah pemimpin yang mau mendengar, mengayomi semua, dan sabar,” kata Cak Imin.

Dia memastikan duet Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno mampu mengayomi seluruh rakyat Jatim dan membawa kesejahteraan. “Sekarang, kita semua bersama Gus Ipul dan Mbak Puti sedang berjihad untuk memenangkan pilkada dan membangun kesejahteraan rakyat di Jawa Timur,” kata Cak Imin.

Pendidikan Gratis

Dalam kampanye itu, Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno menampilkan ide-ide kreatif dalam mencoblos di bilik suara, Rabu (27/6) nanti. Keduanya menampilkan tayangan-tayangan video segar yang mengundang senyum dan tertawa.

Salah satu ide segar itu yakni memperkenalkan “coblos nomor 2 di kanan!”. Itu ditampikan melalui tayangan video “Madu dan Racun.” Seperti syair lagu, madu di tangan kanan, racun di tangan kiri. “Gus Ipul di kanan. Mbak Puti di kanan. Coblos nomor 2. Kanan itu baik,” kata pesan video “Madu dan Racun” itu.

Di kertas suara, Gus Ipul-Puti terletak di sebelah kanan. “Insyaallah nomor 2 di kanan itu baik,” kata Puti Guntur Soekarno. Sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkampanye di tempat yang sama.

Risma menyebutkan, Gus Ipul-Puti punya komitmen untuk menggratiskan SMA/SMK negeri di seluruh Jatim. Serta menggratiskan siswa miskin di sekolah-sekolah swasta dan madrasah.

“Nanti 27 Juni, bangun pagi dan lekas ke TPS. Pilih Gus Ipul-Mbak Puti, nomor 2, di sebelah kanan. Agar kita sejahtera,” kata Risma.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga menjadi juru kampanye. Dia memberi penguatan atas ide pendidikan gratis.

“Kebijakan itu akan ditempuh Gus Ipul-Mbak Puti begitu terpilih,” kata Anas. Dia juga mengampanyekan rencana-rencana pemberdayaan ekonomi di Jatim oleh Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi penutup di kampanye Gus Ipul-Puti. Berulang-ulang, dia mengajak masyarakat Jatim untuk memilih keduanya.

“Coblos nomor 2,” kata Megawati.

Putri Bung Karno itu menyebut, Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno sebagai cermin kaum nahdliyin dan nasionalis-Soekarnois yang sangat mayoritas di Jatim. Itu sebabnya, PDIP dan PKB bergandeng tangan untuk mengajukan Gus Ipul-Puti di pilkada Jatim.

Kerja sama ini, kata Megawati, untuk merajut nilai-nilai kebangsaan yang pernah dilakukan oleh pendiri bangsa.

“Orang menyebut koalisi merah-hijau seperti semangka. Tapi saya maunya semangka yang luarnya merah dalamnya hijau,” kata Megawati berkelakar.

Dia juga menyindir kepala daerah yang dulu menjadi anggota PDIP, tapi kemudian pindah ke parpol lain karena haus kekuasaan.

“Ada di Jatim, kepala daerah yang pindah partai demi kekuasaan. Dia tinggalkan kandang banteng demi kekuasaan. Ingat, yang pindah partai jangan dipilih lho,” kata Megawati.

Padahal, kata Megawati, kepala daerah tersebut sudah menjadi pemimpin di daerahnya, tapi rela meninggalkan rakyatnya karena membidik kekuasaan yang lebih tinggi.

”Padahal, kalau sudah banteng, maka seumur hidup dia akan tetap menjadi banteng,” tegas Megawati.

Di kampanye akbar Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno, Megawati juga memperagakan cara mencoblos di bilik TPS. Bersama-sama Cak Imin dari PKB, Gus Ipul, dan Puti Guntur Soekarno, Megawati menusuk peragaan kertas suara.

“Pilih nomor 2 di kanan,” kata Megawati. (*/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)