Cuaca Ekstrim, Rumah dan Bale Kulkul Tersambar Petir – Bali Express

Peristiwa rumah tersambar petir pertama terjadi Rabu (3/1) sekitar pukul 14.30 di Banjar Dinas Tanah Sari, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Petir menyambar atap rumah milik I Ketut Subadi. Akibatnya genteng serta plafon rumah warga mengalami rusak parah dengan kerugian material mencapai Rp 2 Juta. “Saat kejadian itu, sedang turun hujan deras lalu tiba-tiba atap bangunan rumah tersambar petir. Beruntung seluruh penghuni rumah selamat,” ujar Kapolsek Pupuan, AKP Ida Bagus Mahendra.

Kejadian rumah tersambar petir juga terjadi Kamis kemarin (4/1) yang menimpa rumah milik I Nengah Weda Wisnawa, 37,  di Banjar Sambian Tengah, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, sekitar pukul 13.30. “Saat itu terjadi hujan deras di wilayah Desa Timpag, tiba-tiba atap rumah warga kami itu tersambar petir, beruntung tidak ada korban jiwa,” ungkap Perbekel Desa Timpag, I Gusti Putu Sukawahana.

Ditambahkan oleh Kelian Dusun Sambian Tengah, I Nyoman Tri Murtonio, kejadian tersebut terjadi begitu cepat saat hujan deras mengguyur. Tiba-tiba saja warganya tersebut mendengar suara ledakan dari Bale Dadia milik korban yang ternyata suara sambaran petir. “Akibatnya atap bangunan hancur, plafon hancur, bantal dan springbed yang ada pada bangunan juga terbakar karena terkena percikan api. Lalu 4 TV dan sejumlah Handphone juga hangus karena TV masih tersambung pada sumber listrik,” paparnya.

Beruntung saat ini korban sekeluarga berada di Bale Gede sehingga tidak sampai ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian yang dialami korban mencapai Rp 50 Juta. “Dan atas peristiwa ini, korban masih meminta petunjuk ke Griya untuk selanjutnya melakukan Pecaruan,” imbuhnya.

Selain bangunan rumah, sebuah Bale Kulkul di Pura Ibu Kresna Kepakisan di Jalan Anggrek Gang XII, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, juga terbakar akibat tersambar petir sekitar pukul 14.30. Warga yang panik kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan. Atap Bale Kulkul yang terbuat dari ijuk membuat api dengan cepat membesar meskipun warga sekitar sudah mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api berhasil dipadamkan oleh bantuan tiga unit armada Pemadam Kebakaran Tabanan. “Kerugian mencapai Rp 55 Juta,” ujar salah seorang sumber.

Tak hanya itu saja, sebuah pohon tumbang juga menimpa merajan dan gedong milik warga di Banjar Dukuh, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, pada waktu yang hampir bersamaan. Lantaran hujan deras yang terjadi juga diikuti dengan angin kencang.

Berdasarkan informasi di lapangan, pohon Durian setinggi 10 meter tersebut menimpa merajan dan rumah Gedong milik I Wayan Sunaja, 48. Anggota kepolisian Polsek Penebel, bersama BPBD Tabanan dan warga sekitar pun bergotong royong untuk membersihkan pohon tersebut. “Pohon tumbang menimpa rumah gedong bagian belakang, Merajan Pesaren, Kemulan Taksu, dan Merajan Alit. Untuk kerugian belum bisa dihitung karena saat ini kita masih bersihkan pohon,” ungkap Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya.

AKP Mastra menambahkan, sebuah pohon juga tumbang di Banjar Gunung, Penebel, Tabanan yang menimpa bangunan dapur milik Ni Nengah Sweci, 50, dengan kerugian yang dialami mencapai Rp 15 Juta. Sebuah pohon jenis Lentoro juga tumbang di jalur penghubung Penebel-Dukuh yang menutupi badan jalan.

Bahkan kandang ayam milik peternak ayam di Banjar Karadan, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, juga ambruk akibat diterjang angin kencang. Menurut pemilik kandang, I Wayan Sukenata, 62, angin kencang menerjang dua blok kandang ayamnya sekitar pukul 13.30, dimana hujan sebelumnya sudah mengguyur sejak pukul 13.00. “Waktu itu hujan deras, ada petir, lalu angin kencang, kemudian membuat dua blok kandang ayam saya ambruk,” ujarnya.

Padahal, kata dia, kandang ayam berukuran 187 x 7,5 meter tersebut empat hari lagi akan diisi oleh ribuan ekor ayam. Sayangnya hal itu dibatalkan karena kondisi kandang ayam yang kini sudah ambruk. Bahkan gudang tempat menyimpan peralatan dan pakan ayam pun ikut roboh. “Sebenarnya kandang ini baru saya perbaiki sekitar 1,5 tahun yang lalu, jadi kerugian mencapai Rp 125 juta termasuk peralatan yang rusak,” tandasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link