Culik Korban Minta Tebusan Rp 300 Juta – Radar Jember

Buser gadungan tersebut diketahui bernama Nanang Khosim (35), Zainul Arifin (34), Pi’i (22), dan Febri (22). Sementara satu lainnya, Rudi Hartono, 45, mengklaim sebagai wartawan dari media yang bernama Jejak Kasus. Kelimanya teridentifikasi sebagai warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang.  

Penangkapan komplotan pemeras itu bermula dari laporan Suliyah, 35, warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Klakah. Pada Minggu tengah malam (24/6), Suliyah mendatangi Mapolsek Klakah guna melaporkan suaminya yang dibawa paksa oleh lima orang asing dari dalam rumahnya. Orang asing tersebut datang ke rumah Suliyah menunggangi mobil Datsun DK 056 EK dan mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim. 

Mereka mencari Imam Hanafi, 38 (suami Suliyah). Begitu ditemui, Hartono dan kawan-kawan langsung menodongkan sebuah pistol sekaligus melakukan pemukulan kepada pemilik rumah (Imam Hanafi). Tidak selang lama, Hanafi dibawa keluar rumah, dimasukkan ke dalam mobil, lantas dibawa kabur. 

Beberapa menit setelah suaminya dibawa kabur, tiba-tiba ponsel Suliyah mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal. Panggilan tersebut ternyata berasal dari komplotan yang membawa kabur suaminya. Suliyah diminta menyiapkan uang tunai Rp 300 juta sebagai tebusan. “Jika tidak, mereka bilang nyawa suami saya bakal terancam,” ucapnya kepada petugas Polsek Klakah saat memberikan laporan. 

Usai menerima laporan, pasukan gabungan Unit Reskrim Polsek Klakah dan Buser Polres Lumajang lekas menyelidiki kasus itu. Senin (25/6), akhirnya identitas pelaku berhasil diketahui. Sekitar pukul 14.00, mereka ditangkap di SPBU Sukodono saat sedang mengisi bensin, setelah beberapa jam dibuntuti.

Di dalam mobil sudah ada kelima pelaku dan seorang korbannya, Hanafi, yang disekap sejak malam sebelumnya. Saat digeledah, ditemukan sepucuk pistol yang ternyata berjenis air gun, beserta enam butir amunisi. 

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, Selasa (26/6) menjelaskan, selain mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim kepada korbannya, salah satu pelaku, Rudi Hartono, mengaku kepada penyidik Polres Lumajang sebagai wartawan. Pihaknya menyita 12 kartu pengenal wartawan dari tangan Hartono. “Kami menyita 12 ID card pers atas nama Hartono,” ucap AKP Hasran. 

Belasan kartu pengenal milik Hartono tersebut berasal dari macam-macam media. Diduga selama ini dia menggunakan tanda pengenal itu sebagai alat memeras dan menakut-nakuti korbannya. 

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link