Curah Hujan Tinggi, Proyek Drainase Daendels Molor – Radar Surabaya

Kontraktor PT Bima Sakti Heri mengatakan, kemoloran akibat curah hujan yang begitu tinggi. Sehingga para pekerja di lapangan merasa kesulitan. “Kami memastikan pekan depan pengerjaan selesai,” kata Heri. Pihak kontraktor pun terus mengebut pengerjaan saluran air di Jalan Gresik utara.

Menurut Heri, progres pengerjaan proyek sudah mencapai 90 persen. Saat ini pekerja dalam proses pengurukan tanah bagian samping drainase. Tujuanya, agar jalan tidak mudah licin dan pecah. “Ini untuk jalan tidak licin, jadi hanya menguruk samping jalan saja, setelah itu selesai,” jelasnya. 

Untuk panjang proyek drainese itu mengalir mulai hilir bengawan solo.  Diharapkan, jika proyek sudah selesai tidak akan ada lagi air genangan yang mandeg di jalan. Sebab selama ini, ketika hujan turun banyak genangan air sampai di tengah jalan. “Adanya genangan kan karena drainase tidak ada, kalau sudah beres pengerjaanya, kemungkinan besar tidak ada genangan air lagi,”  kata Heri.

Dari pantauan Radar Gresik, para pekerja saat ini sedang melakukan pengambilan tanah di bawah drainase. Dijelaskannya, penyaluran air tersebut memiliki kedalaman 1,5 meter dan lebar 1,2 meter. “Iya masih dalam pengerjaan, belum selesai sepenuhnya,” ujar salah satu pekerja. 

Seperti diketahui, proyek drainase jalan nasional itu memiliki panjang 6 Kilometer. Dimulai dari Jembatan Manyar hingga Jembatan Tanggok, pengerjaan drainase dilakukan dari sisi kanan kiri jalan. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 12 miliar, dengan tanggung jawab proyek Balai Besar Pelaksanaan Jalan nasinola (BBPJN) VIII.  (yud/han)

(sb/yud/ris/JPR)