Daftar ke KPU, An-Noor Dikawal 10 Ribu Pendukung – Radar Kudus

 BAKAL paslon Masan – Noor Yasin (An-Noor) mendaftar ke KPU Kudus kemarin sore. Mereka diiringi sekitar 10ribu pendukung.

Sebelum mendaftar ke KPU, ada deklarasi di kantor DPC PDIP Kudus bersama partai pengusung lainnya. Di deklarasai ini An-Noor mendapatkan tambahan dukungan dari partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Berkarya. Sebelumnya mereka telah diusung PDIP, PAN, Golkar, dan Demokrat.

Ketua DPC PDIP Kudus Muthofa mengatakan, bergabungnya empat partai pengusung ditambah PSI dan Partai Berkarya menjadi kekuatan memenangkan Pilkada Kudus 2018. ”Kami harus menjaga marwah partai dengan memangkan pilkada ini,” katanya kemarin.

Pihaknya meminta agar semua partai yang mendukung bakal paslon An-Noor untuk mengingatkan semua kadernya. Jangan sampai ada separatis partai dalam Pilkada 2018. ”Kami semua tentu tidak ingin ada kader yang membelot dari perintah partai. Perintah harus kami jalankan dengan usaha maksimal,” terangnya.

Dia menegaskan akan melakukan pemecatan kepada anggota yang tidak menjalankan perintah partai. Sebagai kader partai harus mengamankan keputusan partai. ”Jadilah fighter partai. Jangan jadi penghianat partai,” tegasnya.

Ketua DPC PSI Kudus Teguh Santoso memilih mendukung bakal paslon An-Noor karena beberapa alasan. Alasan itu muncul saat rapat internal pengurus. Salah satunya karena Masan merupakan tokoh pemuda di Kudus dan ketua KNPI Kudus. Sementara PSI sangat mengapresiasai pemuda yang terjun di politik.

Selain itu, kinerja Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekda Kudus Noor Yasin selama ini sudah terbukti.

Bakal Calon Bupati Kudus Masan mengatakan gembira mendapatkan empat partai pengusung. PDIP memiliki sembilan kursi, Partai Demokrat ada tiga kursi, Partai Amanat Nasional ada tiga kursi dan Partai Golkar memiliki empat kursi. ”Ada tambahan dua partai pendukung, PSI dan Berkarya,” jelasnya.

Dalam proses pendaftaran, pihaknya diantar pendukungnya lebih dari 10 ribu orang. Mereka terdiri dari berbagai unsur. Mulai anggota partai pengusung, relawan, pedagang kaki lima (PKL), organisasi ojek, kelompok UMKM, kelompok tani hingga organisasi kepemudaan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). ”Relawan sudah kami bentuk sampai tingkat rukun tetangga (RT),” jelasnya.

Terkait memilih Noor Yasin sebagai pasangannya, dia mengaku bergandengan birokrat akan menjadi sangat ideal ketika memimpin Kudus. Apalagi dia bersama Noor Yasin sudah memiliki pengalaman.

Dia sudah dua periode menjadi anggota DPRD Kudus dan periode kedua menjadi ketua DPRD Kudus. Sementara, Noor Yasin sudah menjadi ASN sekitar 40 tahun, menjadi guru, kepala dinas, dan terakhir menjabat sekda Kudus. ”Pengabdian kami sudah cukup lama dan memiliki cukup pengalaman. Sehingga bersama Bapak Noor Yasin tahu akan dibawa ke mana Kudus ke depan,” ujarnya.

(ks/lis/ris/aji/JPR)