Dana bansos alami penurunan pada RAPBD 2018 – Radar Kudus

Belanja hibah mengalami penurunan 18,22 persen atau sekitar Rp 10,64 miliar. Di RAPBD 2018 menjadi Rp 47,7 miliar. Dibandingkan APBD 2017 setelah perubahan, anggaran hibah mencapai Rp 58,4 miliar.

Belanja bantuan sosial juga mengalami penurunan 18,55 persen atau sekitar Rp 1,44 miliar. RAPBD pada belanja bantuan sosial sekitar Rp 6,34 miliar. Padahal, APBD 2017 setelah perubahan mencapai Rp 7,78 miliar.

Juru Bicara Fraksi Nasdem Sudjarwo mengatakan, penurunan anggaran di belanja hibah mencapai 18,2 persen. Pihaknya meminta penurunan itu dikaji ulang. Pihaknya tidak ingin menimbulkan dampak negatif terhadap eksistensi lembaga yang selama ini mendapatkan hibah. ”Hibah bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan,” ujarnya.

Sedangkan belanja sosial juga mengalami penurunan. Belanja bantuan sosial harus dipikirkan kembali karena sifatnya membantu. Apalagi untuk rehabilitas daerah kumuh dan santunan kematian.

Hal yang sama disampaikan juru bicara Fraksi Golkar. Sekretaris Fraksi Golkar Ali Mukhlisin mengatakan, RAPBD 2018 diharapkan ada peningkatan anggaran bantuan hibah. Terutama, tempat peribadatan, sekolah swasta, madrasah diniyyah, dan lainnya. ”Tentu semuanya harus mengacu pada aturan yang ada,” imbuhnya.

Untuk membangun Kudus, peran swasta seperti sekolah juga sangat penting. Dengan adanya hibah, salah satu langkah apresiasi pemerintah kepada sekolah swasta yang selama ini membangun pendidikan di Kabupaten Kudus.

Juru bicara Fraksi PKB Sunarto menambahkan, belanja hibah dan bantuan sosial sayogyanya dilakukan penambahan. Karena masih banyak yang membutuhkan bantuan tersebut. Tentunya pemberian mengacu aturan yang ada. 

(ks/lis/ris/top/JPR)

Source link