Dana Patungan, Pilih Desa Terpencil Minim Hiburan – Radar Bojonegoro

Beberapa di antaranya asyik berswafoto. Mereka adalah anggota Ikmaro UTM, organisasi mahasiswa asal Tuban yang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Pada liburan kuliah kali ini, mereka manfaatkan untuk mengabdikan ilmunya di kampung halaman. 

Ketua Ikmaro UTM Ahmad Khoirudin, 20 mengatakan, organisasinya merupakan wadah berkumpulnya mahasiswa Tuban yang merantau di UTM. Ketika sudah disatukan dalam sebuah solidaritas, keinginan mengabdi ke kota kelahiran pun tumbuh.

Itu yang menjadikan mereka secara sukarela mengabdikan ilmu, tenaga, dan waktunya untuk ikut mendarmabaktikan pada dunia pendidikan di Tuban. ‘’Karena sehari-harinya kami di Madura, pengabdian baru dimaksimalkan ketika libur kuliah,’’ tutur pria yang akrab disapa Ahmad itu.

Mahasiswa fakultas hukum itu mengatakan, selain rutin brifing ke sejumlah sekolah, Ikmaro UTM memiliki agenda seabrek lainnya. Seperti pengabdian ke pelosok desa. Terakhir pertengahan 2017 lalu.

Mereka menyasar Desa Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo untuk melakukan fun learning untuk siswa SD, mengajar ngaji, outbond, dan lomba untuk warga setempat. ”Di desa ini, kami disambut antusias,’’ ujar dia.

Mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi itu mengatakan, selama ini desa di pelosok selatan Tuban itu tidak pernah tersentuh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). 

Ahmad mengakui, selama ini sasaran pengabdiannya difokuskan pada desa yang minim hiburan. ‘’Kami memang sengaja memilih desa pelosok agar ilmu kami benar-benar bermanfaat,’’ tambahnya.

Dari mana sumber dana untuk membiayai aktivitas Ikmaro? Remaja asal Desa Talangkembar, Kecamatan Montong ini terang-terangan menyebut hasil patungan anggotanya.

Karena harus benar-benar berkorban itulah, tak semua mahasiswa Tuban yang kuliah di UTM mau bergabung Ikmaro. Dari sekitar 300 mahasiswa, hanya sekitar 70 orang yang aktif di dalamnya. ‘’Mengabdi memang sulit, karena butuh kesadaran dan kemauan yang tulus,’’ kata Ahmad. 

Krina Gahari Pesona, anggota lain Ikmaro UTM menambahkan, dengan wadah tersebut dia bisa mempunyai banyak relasi. Tak hanya itu. Ketika masuk UTM dua tahun yang lalu, dia banyak dibantu  seniornya di Ikmaro. Mulai mencari tempat kos hingga informasi seputar beasiswa di kampusnya.

”Kini, saya harus balas budi dengan melakukan hal yang sama kepada para  calon mahasiswa asal Tuban,’’ ujar dia.

(bj/yud/ds/bet/yqn/JPR)

Source link