Dari 1.600 Petani di Kota Pasuruan, Baru 1.000 Terkover Asuransi – Radar Bromo

BUGULKIDUL – Belum semua petani di Kota Pasuruan memiliki kesadaran untuk mengasuransikan lahan pertanian miliknya. Dari total 1.600 petani, hanya 1.000 petani di antaranya yang sudah mengikuti asuransi pertanian.

“Belum semua petani ikut asuransi pertanian. Baru sekitar 1.000 petani yang sudah menyadari pentingnya asuransi. Sisanya masih enggan karena menganggap tidak ada manfaatnya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Pasuruan, Edy Ana Setyo.

Edy Ana menyebut pihaknya menargetkan seluruh petani di Kota Pasuruan dapat memiliki asuransi tahun ini. Pasalnya, potensi pertanian di Kota Pasuruan cukup tinggi dengan luas areal tanam mencapai 1.136 hektare tahun 2017 lalu.

Menurutnya, banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh petani dengan mengikuti asuransi. Yakni, lahan pertanian yang rusak mencapai 75 persen akan diberi ganti rugi. Untuk mengikutinya, petani hanya perlu membayar Rp. 36 ribu setahun dan maksimal lahan yang bisa diasuransikan adalah dua hektare.

Ia menyebut kesulitan yang dialami Pemkot selama ini adalah petani meminta ganti rugi diberikan secara instan. namun pihaknya akan terus melakukan sosialisai hingga seluruh petani di Kota Pasuruan mengikuti asuransi.

“Dari hasil sosialisai, petani enggan karena dampaknya tidak terasa. Sebab rata-rata kerusakan lahan pertanian mereka tidak mencapai 75 persen,”jelas mantan camat Bugulkidul ini.

Source link