Debit Air Embung Susut – Radar Tulungagung

Selain itu, kondisi debit air berkurang itu dimanfaatkan warga untuk memancing.

“Kalau musim kemarau ini, ikan di embung mudah didapat,” jelas Waridi, warga sekitar lokasi kemarin (8/7).

Menurut dia, kondisi air di embung yang dibangun dua tahun silam itu, ketika tidak terjadi hujan dalam waktu lama, berangsur-angsur air surut. Sehingga tidak mungkin air dialirkan ke sejumlah anak sungai di desa setempat. Dengan air di embung tenang, maka ikan tidak bisa berkeliaran.

“Kalau pagi dan sore hari pemancing berdatangan. Tidak hanya warga sini, tapi juga ada dari luar,” tandasnya.

Meski terkadang tidak dapat ikan, tetap menikmati proses memancing. Karena lokasi di embung ini hijau sehingga pas untuk tempat jalan-jalan.

Dia menjelaskan, berbeda ketika musim hujan, air di embung mengalir. Lokasi pemancingan  berada di sungai-sungai dialiri air dari embung.

“Kalau hujan, justru jarang yang memancing di embung,” tandasnya.

Air di embung berasal dari pegunungan sekitar. Jika musim hujan terlihat rindang, tapi kini sudah tandus karena tidak ada tanaman.

Di tempat sama, Suhardi menjelaskan manfaat embung bisa membantu lahan pertanian sekitar. Jika musim hujan, air tidak langsung turun ke bawah, tapi bisa ditampung di embung.

“Puluhan hektare lahan pertanian bergantung dari embung sini,” jelasnya. (c1/ed/din)               

                                                              

(rt/lai/ang/JPR)