Debu Vulkanik Gunung Agung Tak Mampir ke Lumajang – Radar Jember

Sejak kemarin, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang melakukan monitoring secara berpindah ke sejumlah wilayah Lumajang yang berbatasan dengan Kabupaten Jember, seperti Jatiroto, Yosowilangun, dan Ranuyoso. Hal ini menyusul kabar dari Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur di Surabaya yang menginformasikan bahwa debu vulkanik erupsi Gunung Agung sudah sampai ke Malang. 

“Tetapi ternyata hingga Selasa petang, bahkan pagi ini (kemarin pagi, Red), TRC kami dan para relawan yang melakukan monitoring tidak mendapati adanya debu vulkanik,” ucap Wawan Hadi Siwoyo, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Pencitraan Satelit Himawari BMKG menunjukkan ada kumpulan warna merah di sekitar kawasan Malang, yang berarti debu vulkanik erupsi Gunung Agung sudah sampai di wilayah tersebut.  Menurut Wawan, pergerakan debu vulkanik mengikuti arah angin yang pada Selasa kemarin diprediksi mengarah ke barat. 

Namun, Wawan tidak mengerti kenapa wilayah Lumajang justru relatif aman dari serbuan material kiriman dari aktivitas Gunung Agung itu. Kemarin (4/7), kata dia, TRC BPBD Lumajang melanjutkan pemantauan potensi kemunculan debu kiriman di bagian timur Lumajang.

Kendati belum ditemukan kemunculannya, BPBD mengimbau warga agar memakai masker saat keluar rumah. Tim BPBD di lapangan sudah menyiapkan 15 ribu masker yang mulai dibagikan sejak Selasa kemarin (3/7). “Pemakaian masker guna meminimalisasi, atau bahkan mencegah potensi infeksi saluran pernapasan. Apalagi, jika nantinya debu sudah mencapai ketebalan 1 sampai 2 cm,” imbuhnya. 

Wawan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang terkait ketersediaan masker tersebut. Juga, dengan TNI jika memang nanti kondisinya mengharuskan TNI terlibat. 

(jr/was/das/JPR)

Source link