Delapan RPH Tradisional Tak Jadi Ditutup – Radar Bromo

PASURUAN – Rencana Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan untuk mulai menutup Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang sepi, batal dilakukan. Ini lantaran ada imbauan dari DPRD Kabupaten Pasuruan untuk tetap mengaktifkan semua RPH tradisional sehingga tetap bisa mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

Sutaman, Kepala UPT RPH Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pasuruan sebelumnya berencana menutup RPH tradisional. Sebab, dari segi pemotongan sapi sudah jarang dilakukan.

“Sebelumnya ada yang akan kami tutup dan fokuskan ke RPH modern yang ada di Wonorejo dan Nguling. Namun, dengan batalnya pembangunan RPH modern di Gempol tahun depan, maka rencana penutupan RPH tradisional juga batal dilakukan. Ini agar pelayanan pemotongan sapi ke masyarakat tetap dekat dan efektif,” beber Sutaman..

Dinas Peternakan awalnya memang berencana jika 3 RPH modern di Wonorejo, Nguling dan Gempol bisa dibangun. Nantinya semua kebutuhan pemotongan sapi hanya dipusatkan ke 3 RPH tersebut. “Jadi rencana penutupan RPH tradisional bertahap. Tahun depan 8 RPH tradisional yang masih ada saat ini  tetap kami pertahankan untuk beroperasi,” jelasnya.

Delapan RPH tradisional tersebut adalah berada di Pasrepan, Gondangwetan, Purwosari, Tutur, Sukorejo, Gempol, Bangil dan Prigen. Sedangkan RPH modern berada di Wonorejo dan Nguling. Saat ini setiap harinya dari 10 RPH tersebut, pemotongan sapi mencapai 17-19 sapi.

Source link