Delon Berpeluang Wakili Indonesia – Radar Jember

 “Dia berpeluang melaju ke internasional. Kalaupun tidak juara satu, setidaknya masuk empat besar, karena di kelasnya, dari 8 atlet se-Indonesia yang dipanggil, akan terjaring 4 atlet. Peringkat 1 dan 2 akan mewakili Indonesia di kejuaraan di Eropa, lalu peringkat 3 dan 4 akan berlaga di Asia Tenggara,” tutur Hari Riyono, pelatih Delon di klub Hartec. 

Delon yang berusia 13 tahun, masuk di kelas U-14 sejak pertengahan tahun lalu. Delon menjadi satu-satunya atlet Jember yang dipanggil dalam seleknas tahun ini. Empat pemain yang lolos seleksi, nantinya akan mengikuti pemusatan latihan di Jogjakarta untuk persiapan kejuaraan internasional tahun ini. Selain kelas U-14, seleknas juga menggelar seleksi untuk kelas U-16. 

Hari menjelaskan, Delon memiliki keunggulan dalam strategi bermain, sehingga mampu menutupi kelemahannya di fisik. “Dari segi postur, mungkin dia yang paling mungil dari 8 atlet itu. Tapi Delon ini tipikal pemain ulet dengan pertahanan yang bagus dan jeli dalam menempatkan bola. Karena dalam tenis, tanpa IQ yang bagus, sulit berprestasi,” jelas pria yang juga guru olahraga di salah sekolah dasar negeri ini. 

Pemanggilan seorang atlet dalam seleknas antara lain didasarkan pada peringkatnya. Saat ini, Delon menempati peringkat pemain terbaik ke 8 Nasional untuk kelas U-14. Delon mengalami lonjakan peringkat dari ranking 39 pada tahun lalu menjadi rangking 9, setelah menjuarai Juara II dalam Piala Widjojo Soejono 2017 pada September lalu. “Peringkatnya naik drastis karena di Widjojo Soejono, dia bisa mengalahkan petenis unggulan peringkat 6 dan peringkat 4 di kelasnya,” jelas Hotibul Umam, ayah Delon. 

Beberapa minggu kemudian, peringkat Delon naik satu tingkat ke ranking 8 nasional, setelah menjadi Juara III di Kejuaraan New Armada, Magelang pada Desember lalu. “Bersyukur karena dari daerah bisa mengalahkan lawan-lawan tangguh dari kota-kota besar,” lanjut Hotibul. 

Delon yang mulai berlatih tenis sejak usia kelas V SD ini mengaku mendapat panggilan seleknas sejak sekitar 2 minggu yang lalu. Serangkaian persiapan fisik juga sudah dilalui selain latihan rutin. “Biasanya setiap bangun tidur langsung skipping (lompat tali) dan pukul bayangan,” tutur petenis yang mengidolakan petenis internasional Roger Federer tersebut. 

(jr/ad/aro/das/JPR)

Source link