Dengar Suara Gemuruh, Warga Masih Trauma

Seperti diakui oleh Ratini, 68. Sekitar pukul 14.30 Sabtu lalu, perempuan yang tinggal di Dusun Tamanan, Desa/Kecamatan itu buru-buru mencari dua cucunya setelah mendengar suara gemuruh angin. Perempuan tua itu mengajak keduanya berlindung di kantor Asisten Perhutani (Asper) Rejoso. “Anginnya muter-muter saja di sini,” kata Ratini sambil menunjuk rumahnya dan kantor Asper Rejoso yang berdekatan.

Benar saja, dalam waktu yang tak lama, angin kencang itu merusak asbes rumahnya. Dalam waktu hampir bersamaan, pohon mindi berukuran cukup besar di kantor Asper Perhutani. “Ya saya takut. Wong saya sempat merasakan hempasan anginnya,” lanjutnya.    

Lebih jauh Ratini mengatakan, bencana puting beliung baru kali pertama terjadi di desanya. Karenanya, hingga kemarin dia masih belum bisa menghilangkan rasa takutnya. Jika mendengar suara gemuruh angin, Ratini kembali mengingat musibah tersebut.

Terutama, jika mengingat asbes rumahnya ikut terbang ke atas terbawa angin sebelum jatuh berkeping-keping. “Saya takut terseret angin juga,” lanjutnya sembari menyebut angin puting beliung berputar di lingkungannya selama sekitar tiga menit.

Tak hanya dirasakan Ratini, beberapa warga lain juga merasakan ketakutan yang sama. Termasuk warga yang rumahnya aman dari bencana puting beliung. Saat lingkungan mereka mendung, anak-anak langsung dilarang bermain di luar rumah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soekojono mengatakan, berdasar pendataan instansinya, hingga kemarin tidak ada tambahan korban akibat puting beliung. “Jumlah rumah yang rusak tetap,” kata Soeko.

Apakah BPBD akan memberikan bantuan? Ditanya demikian Soeko mengatakan, hingga kemarin belum ada permintaan anggaran dari desa. Karenanya, pemkab juga belum berencana memberikan bantuan. “Sampai saat ini (kemarin, Red) belum ada permintaan bantuan anggaran dari korban,” kata Seokojono.

Seperti diberitakan, BPBD mencatat ada 15 rumah yang rusak akibat puting beliung. Yaitu, sebanyak 13 rumah ada di Desa Talang. Kemudian, dua rumah warga yang rusak terletak di Desa/Kecamatan Rejoso.

(rk/rq/die/JPR)

Source link