BOYOLALI – Tak sampai satu bulan lagi, jalan tol Solo-Kertosono (Soker) seksi Solo-Ngawi bakal dioperasionalkan. Bahkan sejumlah proyek dikebut pembangunannya, agar pada pertengahan Desember mendatang benar-benar rampung.

Menurut Humas Kerja sama Operasi (KSO) dari PT WIKA, Waskita dan Nindya Karya, Veri Budi Santoso saat ini masih ada sejumlah titik pekerjaan besar yang belum rampung. Di antaranya, pembangunan jembatan sungai Pepe, fly over Sobo I (Jalan Waduk Cengklik-Tanjungsari) dan Taper pintu masuk Ngasem.

“Yang besar-besar hanya itu saja yang belum selesai. Sisanya sudah rampung semua,” ungkapnya.

Di sisi lain, akses pintu masuk dari Klodran tinggal  perapian pekerjaan saja. Akses tol dari jalan Adi Soemarmo (Klodran-Banyuanyar) ke interchange (IC) Solo secara umum sudah bisa dilalui.

Termasuk dengan kondisi jalan, mulai dari junction (JC) Kartasura hingga Ngawi sudah layak dilalui. Hanya saja, ada sejumlah fly over yang Opritnya (Pelandai)-nya masih dalam tahap penyelesian. “Kita kerja siang malam, untuk menyelesaikan sejumlah fly over tersebut,” jelasnya.

Hal itu tak lain, agar saat peresmian nanti jalan tol benar-benar tertutup dari akses warga, atau kendaraan tak ada yang menyebarang di jalan tol tersebut. Termasuk pagar jalan tol yang dipastikan akhir November ini selesai.

Sebelumnya, PPK Teknis, Bedru Cahyono memastikan Tol Soker, seksi Solo-Ngawi dibuka akhir tahun 2017. Pengoperasian jalan bebas hambatan ini diharapkan makin mempermudah akses mobilitas masyarakat dan pelaku usaha dan jasa.

Mudahnya mobilitas masyarakat dapat lebih cepat dan dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Apalagi akses jalan Tol Solo-Ngawi tersebut cukup panjang. Sehingga akses mobilitas Jateng-Jawa Timur dan sebaliknya bisa lebih cepat

“Tol ini (Solo-Ngawi) panjangnya mencapai 90,25 kilometer. Saat ini kondisi dalam kota sudah luar biasa macetnya,” imbuhnya.

(rs/wid/bay/JPR)