Deteksi Penyakit Thalassemia Penting Diketahui Sebelum Menikah – Radar Kudus

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta. Terdiri dari mahasiswa dan pelajar. Narasumber yang dihadirkan dr Afifah Nur Kartikasari, Thalassemia Prevention Campaign Chair Lina Suratman, dan Rektor UMK Suparnyo.

Thalassemia Prevention Campaign Chair Lina Suratman mengatakan, deteksi dini penyakit generatif thalassemia sangat penting. Terutama orang yang belum menikah atau akan menikah. Untuk itu, perlu sosialisasi. Terutama kepada anak-anak muda sekarang, termasuk mahasiswa dan pelajar.

”Ternyata acara ini sangat diminati mahasiswa dan pelajar. Mereka penasaran dan ingin tahu thalassemia. Banyak yang belum mengerti penyakit itu. Hanya tahu dasarnya, yakni kelainan darah dan harus cuci darah tiap bulan. Tapi, penyebab dan pencegahannya mereka belum tahu,” ungkapnya kemarin.

Dia menuturkan, melalui screening bisa diketahui, apakah orang yang dites punya gen thalassemia atau tidak. Termasuk punya gen thalassemia minor atau mayor (thalassemia parah). Sebab, mereka juga tidak tahu orang tua mereka dan silsilah sebelumnya pembawa gen tersebut.

”Perlu diketahui, pembawa gen thalassemia minor jika menikah dengan sesama pembawa gen minor, maka anaknya 25 persen normal, 50 persen membawa gen minor, dan 25 persen mayor. Kalau menikah dengan orang normal (tanpa gen thalassemia), maka keturunanya 50 persen normal dan 50 persen minor,” jelasnya.

Lina menjelaskan, saat ada pasangan yang akan menikah dan screening ternyata pembawa gen thalassemia, diwajibkan konsultasi ke ahli genetik. Terutama jika keduanya dinyatakan pembawa gen mayor. ”Kalau misalkan tetap dilanjut (menikah), alternatifnya untuk tidak memiliki anak,” terangnya.

Dia menambahkan, di negara-negara maju, upaya mengurangi cuci darah bagi orang dengan thalassemia, bisa melalui operasi sumsum tulang belakang. Sedangkan bagi yang ingin punya keturunan, mengikuti program bayi tabung agar anaknya normal. ”Namun, biayanya memang cukup fantastik,” imbuhnya.

Sementara itu, dr Afifah mengatakan, calon orang tua yang belum periksa thalassemia dan sudah melahirkan, pemeriksaannya bisa melalui janin. Minimal usia janin 12 minggu. Pemeriksaan melalui plasenta atau mengambil darah dari tali pusar.

”Untuk itu, penting bagi yang belum menikah untuk screening thalassemia. Apalagi, bisa di-cover dengan BPJS Kesehatan,” katanya. 

(ks/san/lin/top/JPR)