Dewan Buleleng Pesimistis Perda Parkir Berlangganan Efektif – Bali Express

“Selama tidak ada kerjasama itu, ya sulit,” katanya menjawab Bali Express Minggu (7/1) kemarin.

Suradnya mengatakan, secara itung-itungan, penerapan Perda Parkir Berlangganan dianggap lebih menguntungkan. Karena pendapatannya semakin meningkat seiring jumlah kendaraan. Pihaknya memprediksi pendapatan parkir akan meningkat dibanding parkir reguler.

Politisi Gerindra asal Desa Anturan ini berharap eksekutif agar segera menindaklanjuti parkir berlangganan itu. “Tolong secepatnya ditindaklanjuti, agar parkir berlangganan efektif diterapkan”pintanya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Hukum (Kabag Hukum) Setkab Buleleng Bagus Gede Bharata yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, belum bisa menindaklanjuti kerjasama tersebut. Alasannya, saat ini pihaknya masih menunggu evaluasi tim Pemprov Bali atas Perda Parkir Berlangganan tersebut.

“Kan Perdanya masih dievaluasi, bagaimana kita bisa membuat kerjasama, kami masih menunggu hasil evaluasi itu,” katanya.

Menurutnya, jika dari hasil evaluasi tim Pemprov Bali tidak mempermasalahkan parkir berlangganan itu, selanjutnya dilakukan dengan pembuatan kerjasama teknis pemungutan. Rencananya kerjasama itu dibuat bersama dengan Dinas Pendapatan Pemprov Bali, agar pungutan parkir berlangganan dapat dilaksanakan di kantor Samsat.

“Kita masih menunggu evaluasinya. Tentu setelah itu baru kami bisa mengambil langkah berikutnya seperti membuat kerjasama,” ujarnya.

Seperti diketahui, Perda Parkir Berlangganan merupakan produk hukum atas revisi Perda Nomor 22 Tahun 2011 tentang parkir tepi jalan umum. Tujuannya agar pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari parkir bisa didongkrak lebih besar lagi.

Teknis pelaksanaannya, pemilik kendaraan cukup membayar parkir sekali setahun saat membayar pajak kendaraan bermotor. Sehingga jumlah PAD parkir sudah dapat dihitung hanya dengan menghitung jumlah kendaraan bermotor. Dari perkiraan, potensi PAD dari sisi parkir dengan parkir berlangganan mencapai Rp 7,4 miliar. Jauh lebih besar dibanding dengan parkir reguler harian. Dalam rancangannya, parkir berlanganan jenis sepeda motor Rp 20.000, dan kendaraan roda empat Rp 40.000. 

(bx/dik/ima/yes/JPR)

Source link