Dewan Sebut E-Billing di DTW Tanah Lot Belum Bisa Dilaksanakan – Bali Express

Sekretaris Komisi III DPRD Tabanan I Wayan Sudiana mengatakan, berdasarkan rapat kerja yang digelar pihaknya bersama OPD penghasil PAD, diketahui bahwa penerapan e-billing di DTW Tanah Lot belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. “Dari yang janjinya bulan April 2018, belum bisa, karena ada hal-hal yang harus dilengkapi dulu,” ujarnya Senin (29/1) kemarin.

Hal yang harus dilengkapi, menurutnya mulai dari fasilitas parkir, lahan untuk pemungutan tiket, hingga pengaturan lalu lintas. “Lahan parkir harus luas, mungkin nantinya akan menata parkir dulu, lalu menambah lahan parkir. Eksekutif dan legislatif sama-samalah mengkaji, tidak bisa sepihak, agar tahu kendalanya dimana dan pasti kapan akan diterapkan,” imbuhnya.

Sebelumnya juga sempat ada kebingungan penerapan e-ticketing atau penerapan e-billing. Karena jika e-ticketing, maka calon pengunjung dapat membeli tiket masuk ke DTW Tanah Lot secara online. Sedangkan di DTW Tanah Lot, calon pengunjung tidak bisa membeli tiket secara online, namun pembelian tiket masuk ke DTW Tanah Lot melalui gardu tiket yang akan langsung tercatat dalam sistem. “Jadi ini e-billing, seperti di Borobudur itu e-billing,” sambung Sudiana.

Terkait hal tersebut, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana menyampaikan, menurutnya lahan parkir untuk saat ini sudah lebih dari cukup karena bisa menampung hingga 1.000 unit kendaraan. Namun terkait penerapan e-billing, dia mengaku masih menunggu instruksi dari Ketua Umum Badan Pengelola yakni Bupati Tabanan. “Untuk lahan parkir kami rasa sudak cukup, tetapi kami memang masih menunggu instruksi pimpinan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Badan Pengelola DTW Tanah Lot, Ida Bagus Wiratmaja mengatakan program e-billing di DTW Tanah Lot bisa dilakukan tahun 2018 ini, yang ditargetkan pada bulan April atau Mei 2018 sudah bisa dilakukan uji coba. “Sekarang sedang memperbaiki Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR) untuk siap dilelangkan,” ujar pria yang juga Kepala Bapelitbang Tabanan tersebut.

Dia menambahkan, pengadaan dan KSO yang dilelang akan menentukan pemenang, untuk selanjutnya diajak bekerjasama dalam penerapan program tersebut. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link