JOMBANG – Santri yang tinggal di Ponpes Muzamzamah Chosyi’ah Rejoso Jombang mayoritas siswa yang mengikuti full day school (FDS), sehingga kegiatannya tentu berbeda dengan ponpes lain.

Kegiatan dimulai setelah menjalankan salat magrib, sementara sore dikosongkan untuk istirahat.

’’Santri pulang sekolah jam 4 baru setelah magrib kegiatannya,’’ kata Maria, katua asrama.

Full day school hanya berlangsung selama tiga hari, pada hari Senin Selasa dan Rabu. Selebihnya santri juga tetap pulang pukul 16.00 hanya saja diisi dengan kegiatan ekstrakulikuler sekolah.

Diniyah dibedakan menjadi beberapa kelas, bagi santri baru, akan lebih difokuskan belajar tentang aqidah. Kitab yang dikaji adalah Aqidatul Awam.

Sementara bagi mahasiswa akan mengkaji kitab yang lebih berat lagi seperti Bulughul Maram dan kitab Al-Hikam.

’’Ada enam kelas, nanti setelah lulus kitab tingkat satu berarti naik ke kelas dua, begitu seterusnya, kalau santri baru memang fokus kepada aqidah, serta penerapan akhlak yang seharusnya dilakukan sebagai seorang santri,” jelasnya.

Khusus Kamis malam Jumat kegiatan diniyah digantikan dengan kegiatan dibaiyah, muhadoroh, dan juga pembacaan burdah.

Rentetan kegiatan ini wajib diikuti seluruh santri. Jika tidak hukuman atau ta’zir mengaji berdiri ala santri juga diterapkan di ponpes di bawah pengasuh Ali Muhsin dan Niswah Qonita As’ad ini.

’’Kalau pelanggaran berat hukumannya juga bisa denda uang. Contoh pelanggaran beratnya itu seperti bermalam di luar asrama, atau membawa alat elektronik,” ungkap Maria.

(jo/bin/bin/JPR)

Source link