Di Tuban, Peredaran Albothyl Baru Ditarik – Radar Bojonegoro

Desy Amediayu, apoteker Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban mengatakan, pihaknya sudah tidak menjual obat tersebut setelah keluar surat edaran dari BPOM Januari lalu. Namun, peredaran Albothyl baru ditarik Rabu (21/2) sore.

Penarikan tersebut dilakukan oleh sales yang membawa surat penarikan dari pihak produsen. ‘’Stok di sini tinggal sedikit, makanya ditarik semuanya,’’ ujar apoteker senior di Tuban tersebut.

Apoteker lulusan pascasarjana farmasi Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta itu mengatakan, Albothyl ditarik karena memang terbukti menimbulkan lebih banyak risiko jika dibanding manfaatnya. Selama ini, di dunia pengobatan profesional, obat tersebut jarang digunakan.

Penggunaan obat tersebut lebih banyak digunakan perorangan tanpa anjuran dokter. ‘’Obat tersebut memang termasuk kategori yang bebas diperjualbelikan. Mungkin itu yang membuat masyarakat menggunakan dengan sembarangan,’’ ujarnya.

Miga Ashari, pemilik apotek Ashari Farma mengatakan hal senada. Penarikan Albothyl baru dilakukan Rabu. Di apoteknya, stok Albothyl cukup banyak sekitar 35 botol. Dia mengatakan di daerah pedesaan, peminat Albothyl scukup tinggi.

Karena itu, sebelum pemberitaan larangan obat tersebut mencuat, pihaknya sudah telanjur kulak dalam jumlah besar. ‘’Albothyl termasuk produk fast moving (penjualannya cepat),’’ ujar dia yang memastikan tidak lagi menyediakan obat terlarang tersebut.

(bj/yud/ds/rod/bet/JPR)

Source link